Rabu 25 Oct 2023 02:00 WIB

Amalan-Amalan yang Menjauhkan dari Siksa Kubur dalam Hadits Rasulullah SAW

Siksa kubur adalah balasan untuk ahli maksiat selama hidup di dunia

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Warga berziarah ke makam (ilustrasi). Siksa kubur adalah balasan untuk ahli maksiat selama hidup di dunia
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga berziarah ke makam (ilustrasi). Siksa kubur adalah balasan untuk ahli maksiat selama hidup di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berbagai amalan yang dilakukan manusia dapat mencegah dirinya untuk mendapatkan siksa kubur yang mengerikan. Dan apa saja amalan penghalang siksa kubur tersebut?

Melalui pesan Telegram Ustadz Najmi Umar Bakkar, menjelaskan amalan yang menghidari manusia dari siksa kubur, yang berdasarkan dari hadits Nabi ﷺ. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: 

Baca Juga

 إِنَّ الْمَيِّتَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ إِنَّهُ يَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ حِينَ يُوَلُّونَ عَنْهُ، فَإِنْ كَانَ مُؤْمِنًا، كَانَتِ الصَّلَاةُ عِنْدَ  رَأْسِهِ، وَكَانَ الصِّيَامُ عَنْ يَمِينِهِ، وَكَانَتِ الزَّكَاةُ عَنْ شِمَالِهِ، وَكَانَ فِعْلُ الْخَيْرَاتِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالصِّلَةِ وَالْمَعْرُوفِ وَالْإِحْسَانِ إِلَى النَّاسِ عِنْدَ رِجْلَيْهِ، فَيُؤْتَى مِنْ قِبَلِ رَأْسِهِ، فَتَقُولُ الصَّلَاةُ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، ثُمَّ يُؤْتَى عَنْ يَمِيننِهِ، فَيَقُولُ الصِّيَامُ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، ثُمَّ يُؤْتَى عَنْ يَسَارِهِ، فَتَقُولُ الزَّكَاةُ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ رِجْلَيْهِ، فَتَقُولُ فَعَلُ الْخَيْرَاتِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالصِّلَةِ وَالْمَعْرُوفِ وَالْإِحْسسَانِ إِلَى النَّاسِ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، فَيُقَالُ لَهُ: اجْلِسْ فَيَجْلِسُ

"Sesungguhnya mayit itu ketika sudah diletakkan ke dalam kuburnya, maka dia dapat mendengar suara sandal mereka (para pengantar), tatkala mereka pulang meninggalkannya. Maka jika dia seorang mukmin, ibadah shalatnya berada di sisi kepalanya, dan puasa berada di sebelah kanannya, serta zakat berada di sebelah kirinya. Dan perbuatan-perbuatan yang baik seperti sedekah dan sholat (sunnahnya), dan perbuatan baiknya kepada sesama manusia berada pada sisi kedua kakinya.  

 

Lalu didatangkanlah dari arah kepalanya, maka akan berkatalah sholatnya, "Tidak ada jalan masuk dari arahku." Kemudian didatangkan dari arah sebelah kanannya, maka puasa juga akan berkata, "Tidak ada jalan masuk dari arahku." Kemudian didatangkanlah dari arah sebelah kirinya, maka zakatnya juga akan berkata, "Tidak ada jalan masuk dari arahku." 

Baca juga: Secarik Alquran Bertuliskan Ayat As-Saffat Ditemukan di Puing Masjid Gaza, Ini Tafsirnya

Kemudian didatangkanlah dari arah ke dua kakinya, maka berkatalah amal-amal kebaikannya, seperti sedekahnya, sholat (sunnah) dan amal-amal kebaikan lain yang dilakukan kepada sesama manusia, "Tidak ada juga jalan masuk dari arahku". Lantas dikatakan kepadanya setelah itu, "Duduklah..." (HR Ath-Thabraani dalam al-Mu'jam al-Ausath III/105 dan juga oleh Ibnu Hibban no  3113, haditsnya dari Abu Hurairah, Shahiihut Targhiib no 3561). Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: 

يؤتى الرجل في قبره ، فإذا أُتي مِن قِبل رأسه دفعته تلاوة القرآن ، و إذا أُتي من قِبل يديه دفعته الصدقة ، وإذا أُتي من قِبل رجليه دفعه مشيه إلى المساجد )

"Seseorang itu akan didatangi di dalam kuburnya, maka ketika dia didatangi dari arah kepalanya, bacaan Alquran dapat mencegahnya (maksudnya ia mencegah dari malaikat yang akan memberikannya hukuman), dan ketika didatangi dari arah depan, sedekah pun akan mencegahnya, dan ketika ia didatangi dari arah kakinya, langkahnya menuju masjid-masjid akan mencegahnya." (HR ath-Thabraani dalam al-Mu'jam al-Ausath IX/166, haditsnya dari Abu Hurairah, Shahihut Targhib no 3561)  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement