Senin 23 Oct 2023 20:51 WIB

Doa Berikut Ini Jadi Salah Satu Cara Agar Kita Bisa Tiru Akhlak Mulia Ulama

Meniru akhlak mulia ulama merupakan amalan yang luhur

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi belajar kepada ulama. Meniru akhlak mulia ulama merupakan amalan yang luhur
Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Ilustrasi belajar kepada ulama. Meniru akhlak mulia ulama merupakan amalan yang luhur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Niat memiliki keutamaan dalam ajaran Islam. Amal seseorang akan mendapatkan pahala berlipat bila diawali dengan niat yang baik. 

Bahkan ketika orang yang telah berniat melakukan amal kebaikan namun dia tidak mampu melakukannya maka Allah SWT tetap memberikan pahala karena niat baiknya.  

Baca Juga

Muallif Simtu ad-Durar Habib 'Ali al-Habsyi pernah berkata kepada murid-muridnya, anak-anaknya dan para sahabatnya untuk menetapkan niat yang banyak.

Bila tidak tahu atau tidak bisa maka hendaknya seseorang memasukan niatnya ke dalam niat syekh atau guru. Maksudnya hendaklah meneladani niat baik seorang ulama atau guru atau orang tua.  

 

Berikut lafaz doa meneladani niat seorang ulama yang diajarkan Habib Ali Al Habsyi. Doa ini dapat ditemukan pada Biografi Habib Ali Al Habs yang disusun Habib Husein Anis Al Habsyi dan diterbitkan Pustaka Zawiyah.  

نويت ما نوى شيخى فلان نويت مانوا اهلي واجدادي نويت مانوى حبيبي علي   

“Nawaitu maanawa syaikhi fulan (sebutan nama), nawaitu maanawa ahli wa ajdadi, nawaitu maanawa habibi 'Ali.”  

Aku berniat seperti niat syekhku fulan, aku berniat seperti niat keluarga dan leluhurku, aku berniat seperti niat kekasihku Ali Al Habsyi 

Habib Ali mengajarkan lafaz doa meneladani niat baik seorang ulama atau guru atau orang tua bersandarkan pada keterangan Rasulullah SAW. 

Bahwa dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad SAW pernah mengajarkan doa berikut kepada Sayyidah Aisyah.  

اللهم إني أسألك مما سألك منه عبدك ونبيك محمد صلى الله عليه وسلم واعوذ بك من شر ما استعاذك منه عبدك ونبيك محمد صلى الله عليه وسلم 

Allahumma inni asaluka mimma saalaka minhu 'abduka wa nabiyuka Muhammadun shollallahu 'alaihi wa salama wa a'udzubika min syari maa sta'aadzaka minhu 'abduka wa nabiyuka Muhammadun shollallahu 'alaihi wa salama.” 

Ya Allah, aku memohon kepadaMu apa yang dimohon oleh Hamba dan Nabi-Mu Muhammad SAW. Dan aku berlindung kepadaMu dari semua yang hamba dan Nabi-Mu memohon perlindungan-Mu darinya.

Anjuran doa

Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu, menjelaskan, doa adalah senjatanya orang beriman. Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah, mohonlah kepada Allah agar keinginan terpenuhi.

Sebanyak apa pun kebutuhan manusia, mintalah kepada Allah, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam surat Al-Mu'min ayat 60, Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Wa qāla rabbukumud'ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna 'an 'ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn

Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."

Baca juga: Secarik Alquran Bertuliskan Ayat As-Saffat Ditemukan di Puing Masjid Gaza, Ini Tafsirnya

Buya Alfis Chaniago menjelaskan, janganlah manusia berdoa kepada selain Allah SWT. Karena, tidak ada satu pun yang mengabulkan doa manusia selain Allah SWT. Dalam surat Al Ahqaf ayat 5, Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئِهِمْ غَٰففِلُونَ

Wa man aḍallu mim may yad'ụ min dụnillāhi mal lā yastajību lahū ilā yaumil-qiyāmati wa hum 'an du'ā`ihim gāfilụn

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)-nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?      

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement