Senin 09 Oct 2023 16:50 WIB

Ayat Alquran yang Dipelintir Yahudi untuk Klaim Tanah Palestina

Tanah Palestina adalah tanah Islam.

Rep: Umar Mukhtar / Red: Ani Nursalikah
Orang-orang berkumpul saat personil pertahanan sipil Palestina mencoba memadamkan api di sebuah rumah yang terkena serangan udara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan,  Senin (9/10/2023)WIB.
Foto: AP Photo/Yousef Masoud
Orang-orang berkumpul saat personil pertahanan sipil Palestina mencoba memadamkan api di sebuah rumah yang terkena serangan udara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Senin (9/10/2023)WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanah Palestina merupakan tanah kenabian dan tanah umat Islam. Tidak ada satu pun orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT yang berhak menguasai tanah Palestina.

Dasarnya ialah surat Al Maidah ayat 21, sebagai berikut.

Baca Juga

 يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ {المائدة:21}.

"(Nabi Musa AS berkata), Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh) sehingga kamu menjadi orang-orang yang merugi" (QS Al Maidah ayat 21).

 

Dilansir di Islamweb, lewat ayat tersebut, Allah SWT telah memerintahkan dan menetapkan bagi pengikut Nabi Musa AS yang beriman kepada Allah SWT untuk membalas musuh-musuh Allah yang merebut Tanah Suci, yakni tanah Palestina dan sekitarnya.

Allah SWT juga memerintahkan mereka untuk mengusir orang-orang kafir dari sana, karena tanah Palestina adalah tanah Islam. Tidak boleh bagi orang-orang kafir untuk menguasai dan memerintah rakyatnya di tanah tersebut dalam kekafiran dan kemusyrikan.

Meski begitu, ayat itu dijadikan oleh orang Yahudi sebagai dasar atau bukti bahwa tanah Palestina milik mereka. Padahal, yang dituju dari ayat tersebut, yakni kaum yang diperintahkan untuk memasuki tanah Palestina adalah para pengikut Nabi Musa AS yang beriman kepada Allah SWT.

Hal itu tak lepas karena Nabi Musa...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement