Sabtu 16 Sep 2023 05:43 WIB

Malas adalah Penyakit, Ini Doa dan Nasihat Nabi Muhammad

Nabi Muhammad mengajarkan doa agar manusia tidak malas.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Malas adalah Penyakit, Ini Doa dan Nasihat Nabi Muhammad. Foto:   Rasulullah SAW (ilustrasi)
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Malas adalah Penyakit, Ini Doa dan Nasihat Nabi Muhammad. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Malas adalah penyakit yang membawa akibat buruk bagi setiap individu dan masyarakat. Malas merusak kepribadian, menghilangkan semangat hidup, dan menyebabkan lalai dan menunda-nunda kerjaan dalam berbagai bidang kehidupan.

Seorang Muslim tentu tidak boleh bermalas-malasan. Ada doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW agar terhindar dari malas. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan doa yang dipanjatkan Nabi SAW untuk berlindung dari rasa malas, sebagai berikut:

Baca Juga

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia."

 

Imam Ar-Raghib rahimahullah berkata, "Siapa yang bermalas-malasan maka ia telah terputus dari kemanusiaan, atau bahkan dari kebinatangan, dan telah menjadi ras orang mati."

Karena itu, membiasakan diri bermalas-malasan adalah tanda telah kehilangan rasa nyaman. Jika tidak ingin lelah, maka bekerjalah agar tidak lelah. Malas hanya akan membuat seseorang tidak akan mampu memncapai apa yang menjadi haknya. Jika jenuh, berarti tidak sabar mencapai haknya itu.

Malas sama saja meniadakan kebergunaan tubuh manusia. Mata menjadi tertutup, dan tangan menganggur tidak termanfaatkan. Ketika Allah memberikan hewan kemampuan untuk bergerak, Dia tidak memberikan rezeki kepada mereka kecuali atas usaha mereka, agar kemaslahatan dari kekuatan bergerak yang Dia berikan kepada mereka tidak terganggu.

Ketika Allah SWT memberi manusia daya pikiran. Allah menganugerahkan setiap nikmat kepada manusia. Dengan daya pikiran itu, manusia mampu memperbaiki hidupnya, agar kemaslahatan dari daya pikiran tersebut tidak terganggu, dan tidak sia-sia.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم اغزوا تغنموا وصوموا تصحوا وسافروا تستغنوا

"...Berangkatlah, maka kalian akan tercukupi." (HR Ath Thabrani)

Seorang Muslim harus memiliki tekad yang besar dan usaha yang gigih untuk mencapai apa yang diinginkannya. Keseriusan dengan kerja keras tanpa bermalas-malasan.

sumber : Akhbarona.com
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement