Jumat 15 Sep 2023 21:46 WIB

Pesan Rasulullah SAW agar Berbakti kepada Orang Tua Terangkum dalam 3 Hadits

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orang tua.

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi berbakti kepada orang tua. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orang tua
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ilustrasi berbakti kepada orang tua. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orang tua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wajib bagi setiap Muslim berbakti dan memuliakan kedua orang tua. Kewajiban berbakti kepada kedua orang tua tersebut, tidak hanya tertuang secara apik dalam ayat-ayat Alquran, tetapi juga disampaikan melalui hadits-hadits Rasulullah SAW.    

Berikut beberapa hadits tentang kewajiban berbakti dan memuliakan orang tua dalam Shahih Bukhari. 

Baca Juga

1. Berbagi pada kedua orang tua amalan yang paling dicintai Allah SWT.  

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

 

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid, telah menceitakan kepada kami Syu'bah, ia berkata, “Al Walid bin 'Aizar, telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Aku mendengar Abu 'Amr Asy Syaibani berkata, telah mengabarkan kepada kami pemilik rumah ini, sambil menunjuk rumah Abdullah, ia berkata, Aku pernah bertanya kepada Nabi ﷺ, "Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda, "Shalat tepat pada waktunya." Ia bertanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Ia bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." Ia melanjutkan; Beliau telah memberitahukan kepadaku semuanya, sekiranya aku meminta tambahan, niscaya beliau pun akan menambahkan (amalan) lain kepadaku.” 

2. Haram durhaka pada kedua orang tua

حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْمُسَيَّبِ عَنْ وَرَّادٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

Telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Hafsh, telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Manshur dari Al Musayyib dari Warrad dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu: suka desas-desus, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." 

3. Mencela dan melaknat orang tua termasuk dosa besar

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ

Baca juga: Bersyahadat tanpa Paksaan, Mualaf Julianne Froyseth: Islam Agama yang Rasional

 

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad dari Ayahnya dari Humaid bin Abdurrahman dari Abdullah bin 'Amr radhiallahu'anhuma, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya di antara dosa-dosa yang paling besar adalah seseorang yang melaknat kedua orang tuanya sendiri, " Beliau ditanya, "Bagaimana bisa seseorang dapat melaknat kedua orang tuanya?" Beliau menjawab, "Seseorang yang mencela ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas kembali mencela ayah dan ibu orang yang pertama."   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement