Selasa 29 Aug 2023 18:50 WIB

Azab Kubur Bagi Orang yang Kencing tak Istinja dengan Sempurna

Jangan sampai ada najis yang masih tertinggal pada kubul atau pada dubur.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Kamar mandi (ilustrasi). Para ahli menyarankan desain kamar mandi yang sebaiknya dihindari.
Foto: www.freepik.com
Kamar mandi (ilustrasi). Para ahli menyarankan desain kamar mandi yang sebaiknya dihindari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika telah buang air kecil atau pun buang air besar, maka beristinjalah dengan sempurna. Jangan sampai ada najis yang masih tertinggal pada kubul atau pada dubur. 

 

Baca Juga

Dan jangan sampai ada najis yang menyiprat atau menempel pada pakaian yang dikenakan. Jika itu terjadi maka cucilah bagian yang terkena atau terciprat najis itu. 

 

Sebab bila pakaian itu tetap dikenakan dalam keadaan masih terdapat najis, maka ketika digunakan untuk sholat, maka sholatnya tidak sah. Sebab syaratnya sah sholat diantaranya harus suci dari hadas kecil maupun besar, termasuk pada pakaian yang digunakan maupun tempat sholatnya.

 

Karena itu, orang yang setelah buang air kecil atau buang air besar tidak beristinja dengan sempurna, kelak akan memperoleh siksa di alam kubur. Sebagaimana dalam kitab at Targib wat Tarhib menuliskan sebuah hadits Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan Ibnu Hibban; 

 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّانَمْشِى مَعَ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَرْنَاعَلَى قَبْرَيْنِ فَقَامَ فَقُمْنَامَعَهُ فَجَعَلَ لَوْ نُهُ يَتَغَيَّرُحَتَّى رَعَدَكُمُّ قَمِيْصِهِ فَقُلْنَامَالَكَ يَارَسُوْلَ اللَّهِ فَقَالَ: اَمَاتَسْمَعُوْنَ مَاأَسْمَعُ ؟ فَقُلْنَاوَمَاذَاكَ يَانَبِىَّ اللَّهِ؟ قَالَ : هَذَانِ رَجُلَا نِ يُعَذَّبَانِ فِى قُبُوْرِهِمَاعَذَابًاشَدِيْدًافِى ذَنْبٍ هَيِّنٍ فِيْمَ ذَلِكَ؟  قَالَ كَانَ أَحَدُ هُمَالَا يَسْتَنْزِهُ مِنَ الْبَوْلِ وَكَانَ الْاَخَرُيُؤْذِى النَّاسَ بِلِسَانِهِ وَيَمْشِى بَيْنَهُمْ بِالنَّمِيْمَةِ فَدَعَابِجَرِيْدَ تَيْنِ مِنْ جَرَائِدِالنَّحْلِ فَجَعَلَ فِى كُلِّ قَبْرٍوَاحِدَة , قُلْنَاوَهَلْ يَنْفَعُهُمْ ذَلِكَ ؟ قَالَ : نَعَمْ,  يُخَفَّفُ عَنْهُمَامَادَامَتَارَطْبَتَيْنِ.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami berjalan bersama Rasulullah ﷺ, maka kami melewati dua kuburan. Maka berhenti Nabi, maka kami pun berhenti bersama Nabi. Maka berubah warna wajah nabi sampai bergetar lengan gamisnya. Maka kami bertanya: Ada apa ya Rasulallah? Maka Rasulullah menjawab: Apakah kalian tidak mendengar apa yang aku dengar? Maka kami bertanya lagi; Apa yang engkau dengar wahai nabi? Menjawab Rasulullah: Di sini ada dua orang lelaki yang sedang diazab keduanya di dalam kuburannya dengan azab yang teramat sangat berat karena dosa yang dianggap ringan. Kami bertanya: karena dosa apa Rasulullah? Rasul menjawab; Yang satu orang tidak beristinja dari kencingnya, dan yang satunya karena menyakiti orang lain dengan lisannya, dan berjalan di antara manusia dengan mengadu domba. Kemudian Nabi meminta diambilkan untuk dua kuburan itu pelepah kurma. Kemudian nabi menaruh tiap pelepah kurma itu di tiap kubur tersebut satu-satu. Kami bertanya: Apa bermanfaat itu Rasulullah? Rasul menjawab: ya, akan diringankan azabnya atas dua lelaki dikubur ini selagi kedua pelepah kurma masih basah (belum kering).

Pelajaran hadits di atas... 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement