Senin 28 Aug 2023 15:47 WIB

Kiai Ahsin: Pembunuhan Merupakan Dosa Besar dalam Islam

Allah akan membalas orang yang membunuh dengan neraka jahanam.

Rep: Mabruroh / Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Penemuan Mayat
Foto:

Allah SWT juga menegaskan kembali larangan membunuh dalam surat Al Maidah ayat 45:

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَآ أَنَّ ٱلنَّفْسَ بِٱلنَّفْسِ وَٱلْعَيْنَ بِٱلْعَيْنِ وَٱلْأَنفَ بِٱلْأَنفِ وَٱلْأُذُنَ بِٱلْأُذُنِ وَٱلسِّنَّ بِٱلسِّنِّ وَٱلْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِۦ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهُۥ ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya: "Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim."

Menurut Kiai Ahsin, surat ini merupakan sikap protektif Allah kepada hamba-Nya, semata-mata untuk melindungi hak-hak manusia, baik kehormatan maupun harta bendanya. Termasuk juga melindungi mereka dari dilecehkan maupun diperlakukan semena-mena oleh siapapun.

"Di dalam taurat, Allah telah mewajibkan kepada bani israil bahwa siapa orangnya membunuh orang lain maka dia bisa juga dibunuh sebagai balasannya, satu jiwa dibalas dengan satu jiwa, itu yang paling adil. Orang yang merusak mata orang lain, maka dia bisa dihukum dengan merusak matanya. Jadi Allah sudah menjaga apa yang ada di dalam diri manusia, apakah kehormatannya, hartanya, semua diproteksi Allah, kehormatannya seperti orang itu tidak boleh dilecehkan, tidak boleh diejek, jadi itu bahaya sekali," terang Kiai Ahsin.

Karena itu menanggapi maraknya kasus pembunuhan di Indonesia dan baru-baru ini korbannya dalah seorang dosen di Surakarta, Kiai Ahsin berpesan agar umat Islam dapat menjaga perilaku dan lisan mereka. Jangan sampai kata dia, apa yang kita ucapkan dengan lisan kita berujung pada sakit hati orang lain, menimbulkan kebencian bahkan dendam dan berakhir pada pembunuhan.

“Oleh karena itu tidak boleh mengejek orang lain, tidak boleh misuh-misuh, akhirnya muncul jengkel, marah, orang kalau marah bisa melakukan apapun, memukul, kalau sudah memuncak bisa jadi membunuh orang lain, kalau sudah membunuh orang lain maka konsekuensinya di dunia dan akhirat,” terang dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement