Selasa 08 Aug 2023 17:56 WIB

Ya Arhamar Rohimin, Kasidah Indah Habib Abdullah tentang Doa Diberikan Pemimpin Adil

Pemimpin yang adil adalah nikmat yang luar biasa

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi mencari pemimpin umat. Pemimpin yang adil adalah nikmat yang luar biasa
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ilustrasi mencari pemimpin umat. Pemimpin yang adil adalah nikmat yang luar biasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Salah satu kasidah yang populer dibaca umat Muslim di Indonesia adalah kasidah 'Ya Arhamar Rohimin'. 

Kasidah ini adalah karya Habib Abdullah bin Husain Bin Thohir. Beliau lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman pada 1991 H. 

Baca Juga

Kitab Sullam Taufiq juga merupakan karya Habib Abdullah yang banyak dikaji  para santri di Indonesia. 

Beberapa bait kasidah Ya Arhamar Rohimin berisi doa agar Allah SWT memberikan pemimpin yang adil dan menolong kaum Muslimin. Berikut beberapa bait kasidah 'ya Arhamar Rohimin'' lengkap tulisan Arab, latin dan terjemahannya.  

 

يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ # يَا أَرْحَمَ  الرَّاحِمِينَ

يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ # فَرِحْ عَلَى الْمُسْلِمِينَ

Ya arhamarroohimiin, Ya arhamarroohimiin

Ya arhamarroohimiin, farrij 'alal muslimin

“Wahai Yang Mahapengasih di antara para pengasih, Wahai Yang Mahapengasih di antara para pengasih. Wahai Yang Mahapengasih di antara para pengasih, berilah pertolongan kepada kaum Muslimin.

يَارَبُّنَا يَا كَرِيمُ # يَا رَبَّنَا يَا رَحِيمُ

أَنْتَ الْجَوَادُ الْحَلِيمُ # وَأَنْتَ نِعْمَ الْمُعِينُ

Ya robbana ya kariim, ya robbana ya rohim

Antal jawaadul haliym, wa anta ni'mal mu'iyn

“Wahai Tuhan kami wahai Yang Mahapemurah,wahai Tuhan kami wahai yang Mahapengasih. Engkaulah Yang Mahalemah Lembut, Dan Engkaulah sebaik-baik penolong.””  

وَلَيْسَ نَرْجُو سِوَاكَ # فَادْرِكْ إِلَههِي درَاكَ 

قَبْلَ الْفَنَا وَالْهَلَاكِ # يَعُمُّ دُنْيَا وَدِينَ

Walaisa narju siwaak, fadrik ilahiy darook

Qoblal fanaa wal halaak, ya'ummu dunya wadiyn

Baca juga: Alquran Bukan Kalam Allah SWT Menurut Panji Gumilang, Ini Bantahan Tegas Prof Quraish

“Kami tidak memohon kepada selain-Mu, maka datangkanlah wahai Tuhan kami pertolongan-Mu. Sebelum terjadinya kerusakan dan kehancuran dunia dan agama, wahai Tuhan, kami tidak memiliki selain-Mu.”    

وَمَا لَنَا رَبّنَا # سِوَاكَ يَاحَسْبُنَا

يَاذَا الْعُلَا وَالْغِنَى # وَيَا قَوِيُّ يَا مَتِينُ

Wamaa lanaa robbana, siwaak ya hasbunaa

Yadzal'ulaaa wal ghinaaa, wa yaa qowiy ya matiyn

“Dan tidaklah yang bersama kami wahai Tuhan kami selain-Mu wahai Yangmaha mampu mencukupi kami. Wahai yang memiliki keluhuran, wahai Yang Mahakaya, wahai Yang Mahakuat, wahai yang Mahadahsyat kekuasaaNya.

نَسْأَلُكَ وَالِي يُقِيمُ # الْعَدْلَ كَيْ نَسْتَقِيمَ

عَلَى هُدَاكَ الْقَوِيمِ # وَلَا نطِيع اللَّعِينِ

Nasaluka waaliy yuqim, al 'adla kai nastaqiym

'ala hudaakal qowiiym, walaa nuthiul la'iyn 

“Kami meminta kepada-Mu pemimpin yang menegaskan keadilan, agar kami bisa lebih melakukan Istiqamah ibadah. Di atas tuntunan hidayah-Mu yang tegak dengan benar dan mulia, dan hingga kami tidak berpemimpon kepada orang yang Engkau murkai.”     

يَارَبّنَا يَا مُجِيبُ # أَنْتَ السّمِيعُ الْقَرِيبُ 

ضَاقَ الْوَسِيعُ الرَّحِيبُ # فَانْظُرْ إِلَى الْمُؤْمِنِينَ

Ya robbana ya Mujib, antas samiyul qorib

Dhoqol washiur rohiyb, fandzur Ilaal mu'minina

"Wahai Tuhan kami, wahai yang Mahamenjawab doa dengan lebih dari apa yang diminta. Engkaulah Yang Mahamendengar dan Mahadekat. Sungguh telah sempit hal-hal yang sebelumnya luas dan menyenangkan kini telah berubah menjadi kesempitan, maka pandanglah kepada orang-orang mukmin dengan kasih sayang-Mu dan kasihanilah orang-orang yang beriman.”     

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement