Selasa 01 Aug 2023 13:46 WIB

Ingin Dijauhkan dari Godaan Setan? Baca Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW Berikut Ini

Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Doa C(ilustrasi). Rasulullah SAW mengajarkan doa agar dijauhkan dari setan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Doa C(ilustrasi). Rasulullah SAW mengajarkan doa agar dijauhkan dari setan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Selama hidup di dunia manusia tidak terlepas dari gangguan setan, maka Muslim dapat memohon kepada Rabb Semesta Alam untuk mengusirnya. 

Berikut bacaan Doa untuk mengusir setan: 

Baca Juga

أَعُوذُ بِاَللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ 

A'uudzu billaahis-samil'il 'aliim, minasy syaithaanir-rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsih.  

 

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah, Rabb yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari gangguan syaitan yang terkutuk, serta dari kegilaannya, kesombongannya, dan syairnya yang tercela.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).    

Doa ini terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut redaksi lengkap haditsnya yang terdapat dalam Sunan Abu Dawud dan Ibnu Majah: 

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّممَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَهَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ قَالَ هَمْزُهُ الْمُوتَةُ وَنَفْثُهُ الشِّعْرُ وَنَفْخُهُ الْكِبْرُ

 “Telah menceritakan kepada kami Ali Ibnul Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami ibnu Fudlail berkata, telah menceritakan kepada kami 'Atho` bin As Sa`ib dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ibnu Mas'ud, dari Nabi ﷺ, beliau mengucapkan, "Allahuma Inny A'udzubika minasyaithoni rojiymi wa hamzahi wa nafakhihi wa naftsihi."

(Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan yang terkutuk; dari goda, tiupan dan hembusannya)." dia menjelaskan, "Godaannya adalah kebimbangan, tiupannya adalah syair dan embusannya adalah kesombongan.” (HR Ibnu Majah)

Sementara itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَججِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِيييي لَعَلَّهُممْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al Baqarah ayat 186). 

Baca juga: Jalan Hidayah Mualaf Yusuf tak Terduga, Menjatuhkan Buku Biografi Rasulullah SAW di Toko

 

Sebanyak apa pun kebutuhan manusia, mintalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam surat Al Mu'min ayat 60, Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُوونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ 

Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina-dina."        

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement