Rabu 10 May 2023 22:15 WIB

14 Urutan Doa Hubungan Intim Suami Istri

Membaca doa hubungan intim suami istri agar terhindar dari godaan setan.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil
14 Urutan Doa Hubungan Intim Suami Istri. Foto: Pernikahan Ilustrasi
Foto: Republika/Prayogi
14 Urutan Doa Hubungan Intim Suami Istri. Foto: Pernikahan Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam membahas mengenai berbagai sisi kehidupan, termasuk tata cara bersenggama. Hal ini tidak lain agar segala hal yang dilakukan muslim terhindar dari godaan setan menyalahi ketentuan Allah SWT.

Salah satu hal yang dapat dilakukan terutama bagi pengantin baru ketika memulai jima atau senggama adalah berdoa. Mengutip buku Wejangan Pengantin Anyar dan Terjemah Fathul Izar tulisan Firman Arifandi ada 14 urutan doa bersenggama.

Baca Juga

Sebagian ulama ahli hikmah dalam hal ini membagi urut-urutan do'a jima sebagai berikut:

Pertama, Ketika suami akan menyetubuhi istri hendaknya lebih dulu membaca salam:

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا بَابَ الرَّحْمنِ

Lantas istri menjawab,

وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ يَا سَيِّدَ الْأَمِيْنِ

Kedua, Selanjutnya suami meraih kedua tangan istrinya seraya membaca:

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبَّا

Ketiga, Kemudian ia menyentuh tubuh bagian depan istrinya seraya membaca dalam hati,

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Keempat, Dilanjutkan mengecup kening istrinya seraya membaca dalam hati,

يَالَطِيْفُ الله نوْرُ عَلَى نَوْرِ شَهِدَ النوْرَ عَلَى مَنْ يَشَاءُ

Kelima, setelah itu suami memiringkan kepala istri ke kiri sambil mencium dan meniup telinga sebelah kanan, dilanjutkan memiringkan kepala istri ke kanan sambil mencium dan meniup telinga yang sebelah kiri, seraya membaca dalam hati:

فِي سَمْعِكِ اللَّهُ سَمِيعٌ

Keenam, sesudah itu kecup kedua mata isteri mulai dari mata sebelah kanan hingga mata sebelah kiri seraya membaca dalam hati:

اللَّهُمَّ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Ketujuh, selanjutnya suami mencium kedua pipi isteri dimulai pipi sebelah kanan sampai pipi sebelah kiri seraya membaca dalam hati:

يَا كَرِيمُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيمُ يَا اللَّهُ

Kedelapan, kemudian mengecup hidungnya seraya membaca dalam hati:

فَرُوح وَرَبُّحَانٌ وَجَنَّهُ نَعِيمٍ

Kesembilan, sesudah itu kecup pundak istri seraya membaca dalam hati:

يَارَحْمنَ الدُّنْيَا يَا رَحِيْمَ الْآخِرَةِ

Kesepuluh, setelah itu kecup leher istri seraya membaca dalam hati:

اللَّهُ نَوْرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ

Kesebelas, selanjutnya kecup dagu istri seraya membaca dalam hati:

نورُ حَبِيْبِ الإِيمَانِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Keduabelaas, kemudian kecup kedua telapak tangan isteri dimulai sebelah kanan hingga yang sebelah kiri seraya membaca dalam hati:

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

Ketigabelas, berikutnya kecup bagian depan tubuh istri seraya membaca dalam hati:

وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي

Keempatbelas, dan kemudian kecup bagian depan tubuh istri bagian kiri tepat pada hatinya seraya membaca dalam hati:

يَا حَيُّ يَا قَيوْمُ.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement