Kamis 06 Apr 2023 23:31 WIB

Makna dan Bahaya Istidraj

Istidraj memberikan dampak negatif bagi manusia.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Makna dan Bahaya Istidraj. Foto:   Ilustrasi crazy rich. Pakar Bisnis Profesor Rhenald Kasali mengungkapkan ada 10 tanda yang bisa dilihat bila kekayaan dimiliki seorang crazy rich merupakan titipan atau dana pencucian uang
Foto: Freepik
Makna dan Bahaya Istidraj. Foto: Ilustrasi crazy rich. Pakar Bisnis Profesor Rhenald Kasali mengungkapkan ada 10 tanda yang bisa dilihat bila kekayaan dimiliki seorang crazy rich merupakan titipan atau dana pencucian uang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ada kalanya manusia kerap diberikan ujian oleh Allah guna meningkatkan keimanan dan keikhlasannya dalam menjadi hamba. Lantas bagaimana apabila hidup senantiasa mulus tanpa ada cobaan sama sekali?

Kenikmatan dunia yang Allah berikan harus disikapi dengan rasa iman. Namun barangkali bagi sebagian orang, kenikmatan dunia justru kerap kali justru dibarengi dengan kelalaian dalam beribadah. Seakan-akan hidupnya berjalan mulus tanpa adanya hambatan. Hati-hati, bisa jadi itu adalah istidraj.

Baca Juga

Allah SWT melimpahkan rezeki, kebahagiaan, dan kenikmatan dunia kepada setiap orang yang Dia kehendaki. Kenikmatan tersebut bisa menjadi peringatan akan adzab Allah apabila diberikan kepada orang yang sering melalaikan ibadah dan merasa tenang dalam maksiatnya.

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al An'am ayat 44, "Falamma nasuu maa dzukkiruubihi fatahnaa alaihim abwaaba kulli syai'in hatta idza farihuu bimaa utuu akhadznaahum baghtatan faidzaa hum mublisun,".

 

Yang artinya, "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa,".

Dalam tafsir Al Azhar jilid 3, istidraj menurut ayat di atas artinya dikeluarkan dari garis lurus kebenaran tanpa disadari. Allah SWT membukakan segala pintu, hingga orang tersebut lupa diri. Sehingga diibaratkan bahwa mereka tidak ingat bahwa sesudah panas pasti ada hujan, sesudah lautan tenang gelombang pasti datang.

Mereka dibiarkan berbuat maksiat dengan hawa nafsunya hingga tersesat jauh. Lalu, siksaan Allah datang sekonyong-konyong. Istidraj yaitu Allah SWT memberikan dunia kepadamu dan engkau hanya bersenang-senang saja. Tapi pada hakikatnya, Allah sudah tidak peduli padamu. Maka nantikanlah balasannya di hari kiamat.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barang siapa yang ridha (menerimanya) maka Allah akan meridhainya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya," (HR At-Tirmidzi).

Sehingga sesungguhnya, ujian juga adalah tanda kebaikan dari Allah kepada manusia. Dalam hadits, Rasulullah berkata, "Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak," (HR Tirmidzi no. 2396).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement