Selasa 21 Mar 2023 18:51 WIB

Tiga Hadits tentang Keutamaan Doa pada Malam Hari

Seorang Muslim sudah sepatutnya memanjatkan doa kepada Allah.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
 Tiga Hadits tentang Keutamaan Doa di Malam Hari. Foto: Berdoa (Ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Tiga Hadits tentang Keutamaan Doa di Malam Hari. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Seorang Muslim sudah sepatutnya memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Adapun waktunya telah dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

Hadits pertama diriwayatkan dari Abu Hurairah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Baca Juga

"Rabb kami (rahmat-Nya) turun ke langit dunia pada tiap malam yaitu ketika masih tersisa dari malam hari sepertiga terakhirnya, lalu berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku memperkenankan baginya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka aku memberinya. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku mengampuninya." (HR Bukhari)

Hadits kedua, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah SWT turun ke langit dunia setiap malam, yaitu ketika berlalu sepertiga pertama dari malam hari, lalu berfirman, 'Aku adalah Raja, Aku adalah Raja. Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku memperkenankan baginya. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku memberinya. Siapa yang meminta ampun kepadaku, Aku mengampuninya.' Demikianlah terus-menerus hingga fajar terang." (HR Muslim)

 

Dalam riwayat lain, disebutkan separuh atau dua pertiganya, "Jika telah berlalu separuh dari malam hari atau dua pertiganya."

Hadits ketiga, yaitu hadits yang diriwayatkan dari Amr bin Absah RA, dia pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Waktu yang paling dekat antara hamba dengan Rabbnya ialah pada pertengahan terakhir malam hari. Jika engkau mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah SWT di saat itu, maka lakukanlah." (HR Abu Daud, Turmudzi)

Direktur Departemen Riset Syariah Darul Ifta Mesir, Syekh Ahmad Mamduh menjelaskan, hal utama saat berdoa adalah doa itu tulus dari hati yang terdalam dan yakin doanya akan terkabul.

Syekh Mamduh menyampaikan, agar doa dikabulkan Allah SWT, maka sebaiknya doa tersebut disampaikan pada waktu tengah malam hingga waktu Subuh yang menjadi waktu terakhir sebelum terbit fajar. Waktu lainnya ialah pada hari Jumat setelah Ashar dan ketika berbuka puasa.

Semua waktu tersebut adalah waktu yang mustajab agar doa terkabul. "Dan siapa yang berdoa, maka Dia harus mengedepankan adab yang sopan santun. Allah SWT mengabulkan doa kita saat Dia inginkan, bukan saat kita mau," katanya.

Sumber:

Al-Adzkaar karya Imam An-Nawawi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement