Pohon Zaqqum Keluar dari Dasar Neraka Jahim

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 05 Dec 2022 06:31 WIB

Pohon Zaqqum Keluar dari Dasar Neraka Jahim. Foto:   Ilustrasi laknat dan siksa neraka Foto: Dok Republika Pohon Zaqqum Keluar dari Dasar Neraka Jahim. Foto: Ilustrasi laknat dan siksa neraka

Pohon zaqqum digambarkan sangat buruk dan menjijikan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran menjelaskan bahwa ada pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, pohon yang digambarkan sangat buruk dan menjijikan. Pohon tersebut menjadi makanan penghuni neraka. Hal ini dijelaskan dalam Surah As-Saffat Ayat 63-65 dan tafsirnya.

اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ

Baca Juga

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ

طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ

Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon zaqqum itu, makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim. Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar (neraka) Jahim. Matangnya seperti kepala-kepala setan. (QS As-Saffat: 63-65)

Ayat di atas mengandung arti, "Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon zaqqum itu, makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim. Sungguh (pohon zaqqum) itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Dahan pohon itu menjulur hingga dasar jurang neraka. Matangnya sangat buruk dan menyeramkan seperti kepala-kepala setan."

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat tersebut menerangkan bahwa Allah menegaskan pohon zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka yang menyala-nyala. Dahan-dahannya menjulang tinggi, setinggi nyala api neraka. Pohon itu tumbuh dari dalam api dan dari api juga dia dijadikan. Bayangan pohon zaqum seperti kepala setan, sangat buruk dan menjijikkan.

Orang Arab dalam menggambarkan sesuatu yang sangat buruk dan menjijikkan mengumpamakannya dengan setan, misalnya seperti kepala setan. Akan tetapi, sebenarnya wujud setan itu tidak ada yang mengetahui. Hanya saja khayalan manusia menggambarkannya sangat buruk.

Sebaliknya dalam menggambarkan sesuatu yang indah, mereka mengumpamakannya dengan malaikat. Karena itu Tuhan mempergunakan kata malaikat dalam menggambarkan ketampanan Yusuf dalam firman-Nya.

"Ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia." (QS Yusuf: 31)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini