Dua Pilihan Tempat Kembali di Akhirat Kelak dan Ciri-cirinya dalam Alquran

Red: Nashih Nashrullah

 Rabu 16 Nov 2022 02:32 WIB

Ilustrasi surga. Surga dan neraka merupakan tempat kembali kelak di akhirat Foto: Pixabay Ilustrasi surga. Surga dan neraka merupakan tempat kembali kelak di akhirat

Surga dan neraka merupakan tempat kembali kelak di akhirat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Surat An-Naba menjelaskan sejumlah peristiwa penting kelak di akhirat. 

Di antaranya, pada bagian akhir surat An-Naba', Allah SWT menjelaskan dua pilihan yakni tempat-tempat abadi di akhirat yaitu neraka dan surga. 

Baca Juga

Mengenai neraka, surat tersebut menjelaskan bahwa tempat itu selalu mengintai para calon penghuninya. 

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا “Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai.” (QS an-Naba ayat 21). 

Menurut pakar tafsir Imam ash-Shuyuti, makna mirshaadaa (al-mirshad) dapat dikaitkan dengan arrashidah, radar.

Artinya, siapa pun para pen durhaka tidak akan pernah lepas dari pantauan neraka. Imam Ibnu Katsir mengatakan, di pintu-pintu neraka terdapat daftar yang selalu terbarui (update). 

Isi daftar itu adalah nama-nama para pengikut iblis. Ciri mereka adalah berbuat melampaui batas (thagha), seperti disebutkan dalam surat an- Naba ayat ke-22. 

لِلطَّاغِينَ مَآبًا “Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.”

 Kata maabaa berarti tempat kembali. Durasi diam di neraka adalah selama-lamanya. "Laa bitiinaa fiihaa ahqaabaa." Kata ahqaaba merupakan bentuk jamak dari huqbun, yang berarti abad.

Maksudnya, para penduduk neraka berdiam di sana berabad-abad tanpa batas waktu. Kemudian, Allah SWT menjelaskan menu makanan di neraka. 

Pilihan sajian di sana hanya ada dua, yaitu sangat panas dan menjijikkan.  

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا "Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman. Selain air yang mendidih dan nanah." (QS an-Naba ayat 24-25). 

Yang pertama, hamiimaa berarti sajian yang sangat panas. Pilihan kedua, ghassaaq, berarti darah dan nanah busuk yang keluar dari luka-luka para penghuni neraka. 

Allah SWT tidak memuliakan para penduduk neraka. Sebab, mereka selama di dunia tidak pernah mengagungkan-Nya dan memuliakan ajaran- Nya. 

Itu pun azab yang setimpal, wifaaq, dengan dosa-dosa yang telah mereka perbuat. 

جَزَاءً وِفَاقًا “Sebagai pambalasan yang setimpal.” (QS an-Naba ayat 26). 

Maksudnya, azab yang Allah SWT berikan itu persis sama dengan porsi dosa yang mereka pebuat. Tidak lebih. Tidak pula kurang. Inilah bukti kemahaadilan Allah SWT.

Mengenai surga, Allah SWT menjelaskan, di dalam nya dipersiapkan bagi mereka yang bertakwa.  

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” (QS an-Naba ayat 31). Kepatuhannya sungguh-sungguh hanya kepada Allah SWT. Mereka pun berupaya dengan segala daya menjauhi dosa.

Baca juga: Mualaf David Iwanto, Masuk Islam Berkat Ceramah-Ceramah Zakir Naik tentang Agama 

Di depan banyak orang ataupun kala sendirian, mereka tetap saleh. Kata mafaazaa, tempat kemenangan, diambil untuk menunjukkan makna ikhtiar. Untuk mendapatkan surga, seseorang harus melalui pertarungan panjang melawan hawa nafsu selama di dunia. 

Mereka yang masuk neraka adalah orang-orang yang kalah, jatuh dalam dosa. Adapun ahli surga adalah orang-orang yang menang atas segala godaan dosa yang mengiurkan di dunia. 

Di surga mereka akan mendapatkan berbagai keuntungan atas perjuangannya selama masih di dunia. Misal, nikmat makanan sebagai balasan atas keberhasilannya menjauhi segala yang haram di dunia. 

 حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا “(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur.” (QS an-Naba ayat 32). Dan juga disebut dalam ayat berikutnya, "wa kawaa'iba atraabaa" (gadis-gadis sebaya), sebagai balasan atas keberhasilan mereka menjauhi zina selama di dunia. 

Allah SWT menjelaskan, semua itu ada lah bonus karena jauh lebih besar dari amal yang telah mereka perbuat.

جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا “Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak.” (QS an-Naba ayat 36).     

 

*Naskah Motivasi Alquran di bawah asuhan Ustadz Dr Amir Faishol Fath, pakar tafsir Alquran, dai nasional dan CEO Fath Institute. Tayang di Harian Republika. 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id