Rabu 19 Oct 2022 05:34 WIB

Doa Agar Terhindar dari Sifat Kikir dan Pelit

Sifat kikir dan pelit muncul karena terlalu cinta dunia.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Doa Agar Terhindar dari Sifat Kikir dan Pelit. Foto:   Pelit dan mabuk harta (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Doa Agar Terhindar dari Sifat Kikir dan Pelit. Foto: Pelit dan mabuk harta (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sifat kikir termasuk salah satu sifat yang tercela dalam Islam. Para ulama tasawuf bahkan menyebut orang yang memiliki sifat kikir adalah tanda bahwa orang tersebut terlalu cinta terhadap perkara dunia (hubbu dunya).

Sehingga orang tersebut tak mau membagikan hartanya sedikit pun bahkan untuk bersedekah, berinfak, dan berzakat. Orang yang kikir akan tutup mata ketika ada saudara atau tetangganya yang kesusahan. Ia tidak ingin harta benda yang sudah diperolehnya dinikmati oleh orang lain. 

Baca Juga

Karena itu Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitab Nashoihul Ibad menukil keterangan para ahli hikmah menjelaskan bahwa kikir itu bagian dari karakter hayawani.

الْبُخْلُ مَحْوُ صِفَاتِ اْلإِنْسَانِيَّةِ وَإِثْبَاتُ عَادَاتِ اْلحَيَوَانِيَّة

Kikir itu menghapus karakter kemanusiaan dan meneguhkan karakter kebinatangan.

Sudah seharusnya seorang Muslim menjauhi sifat kikir. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar terhindar dari sifat kikir. Berikut doanya: 

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Allahumma inni a'udzubika minal bukhli wa a'udzubika minal jubni wa a'udzubika min min an murodda ilaa ardzalil 'umuri wa a'udzubika minal fitnati dunnya wa 'adzabil qobri.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur,"

Doa ini dapat ditemukan pada kitab shahih Bukhari Muslim nomor 6390 versi Fathul Bari dan nomor 5911 versi Al Alamiyah.  Berikut redaksi lengkap haditsnya.

حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ كَمَا تُعَلَّمُ الْكِتَابَةُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement