Jumat 09 Sep 2022 01:45 WIB

Tafsir Al Qasas Ayat 59: Tidak akan Dibinasakan Suatu Negeri Sebelum Diperingatkan Rasul

Rasul itu ditugaskan untuk menyeru dan memberi peringatan kepada mereka.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Hujan Petir. Tafsir Al Qasas Ayat 59: Tidak akan Dibinasakan Suatu Negeri Sebelum Diperingatkan Rasul
Foto: pixabay
Ilustrasi Hujan Petir. Tafsir Al Qasas Ayat 59: Tidak akan Dibinasakan Suatu Negeri Sebelum Diperingatkan Rasul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menjelaskan bahwa Allah Maha Adil, sehingga tidak akan sewenang-wenang membinasakan suatu negeri dan penduduknya. Allah SWT tidak akan membinasakan suatu negeri sebelum mengutus Rasul kepada mereka untuk memberi peringatan. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Surat Al Qasas Ayat 59.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرٰى حَتّٰى يَبْعَثَ فِيْٓ اُمِّهَا رَسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِنَاۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِى الْقُرٰىٓ اِلَّا وَاَهْلُهَا ظٰلِمُوْنَ

Baca Juga

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang Rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim. (QS Al-Qasas: 59)

Ayat ini mengandung arti, jangan menduga bahwa kehancuran negeri-negeri terjadi dengan sewenang-wenang. Allah Maha adil, dan karena itu Tuhanmu tidak mungkin akan membinasakan negeri-negeri di sekitar Makah dan penduduknya pada masamu wahai Nabi Muhammad, betapa pun besarnya kedurhakaan mereka, sebelum Allah mengutus seorang Rasul di ibukotanya yaitu Makkah. Yakni Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka.

 

Tidak pernah juga Kami membinasakan penduduk negeri setelah Kami mengutus Rasul atau pemberi peringatan, kecuali penduduknya melakukan kezaliman terhadap diri mereka sendiri dengan kufur dan maksiat kepada Allah, sehingga mereka pantas menerima hukuman.

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan bahwa sesuai dengan sunah-Nya, Allah tidak pernah membinasakan suatu kota, kecuali terlebih dahulu mengutus seorang Rasul ke kota itu untuk membacakan kepada penduduknya ayat-ayat Allah yang berisi kebenaran.

Rasul itu ditugaskan untuk menyeru dan memberi peringatan kepada mereka supaya mereka beriman kepada Allah SWT. Namun mereka tidak mengindahkannya, mereka mengabaikan dan menentang Rasul yang memberi petunjuk.

". . . Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang Rasul." (QS Al-Isra': 15).

Sesudah Allah mengutus Rasul untuk membimbing penduduk kota itu ke jalan yang lurus, memberi petunjuk kepada kebenaran, tetapi mereka tetap melakukan kezaliman dan mendustakan Rasul, mengingkari ayat-ayat-Nya, maka Dia akan membinasakan kota itu beserta penduduknya.

Pembinasaan umat secara besar-besaran sebagaimana terjadi pada umat-umat terdahulu tidak terjadi pada umat Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah Nabi terakhir yang diutus bagi seluruh alam, sehingga pembinasaan total sudah tidak terjadi lagi. Yang ada hanyalah pembinasaan parsial atau lokal seperti bencana penyakit, bencana alam, gempa bumi, gelombang tsunami, dan sebagainya.

Pengutusan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir berarti Allah tidak akan mengutus Nabi atau Rasul setelah beliau. Sedangkan tugas-tugas dakwah dan tanggung jawab memberi peringatan kepada umat terletak di pundak para ulama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement