Jumat 02 Sep 2022 05:55 WIB

Mengapa Nabi Musa Sering Disebut Dalam Alquran?

Kisah Nabi Musa bisa dijadikan pedoman hidup bagi Muslim.

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah
Maghaer Shuaib Tempat Nabi Musa Pernah Tinggal. Mengapa Nabi Musa Sering Disebut Dalam Alquran?
Foto:

Keluar dari Mesir

Kisah ini juga menceritakan tentang pembangkangan Bani Israel di kemudian hari, dengan menyebutkan ketidaksyukuran mereka ketika mereka meminta Musa untuk makanan Mesir. Mereka menolak memasuki Tanah Suci dan berperang di samping Nabi mereka. Dan mereka meminta Musa menjadikan mereka berhala untuk disembah, dan mereka menyembah anak sapi setelah dia pergi untuk menerima wahyu dari Tuhannya.

Ini juga menceritakan kisah sapi, dimana Bani Israel diperintahkan menyembelih dan menyerang korban pembunuhan dengan ekornya untuk menemukan pembunuhnya, dan bagaimana mereka berdebat dengan Musa tentang warna dan kualitasnya sampai keadaan menjadi sulit bagi mereka.

Persamaan antara Nabi Musa dan Nabi Muhammad

Kesamaan antara Nabi Musa dan Nabi Muhammad adalah alasan penting lain yang mengharuskan fokus seperti itu pada kisah Musa. Dari semua nabi sebelumnya, tidak ada nabi selain Musa dan Muhammad yang memimpin umatnya dan memenuhi perannya sebagai nabi dan pemimpin negara yang mengatur masyarakat dan memimpin masyarakat.

Mereka berhasil di tingkat duniawi dan surgawi. Ini tidak berarti bahwa nabi-nabi lain tidak memimpin umat mereka dalam kehidupan ini. Sebaliknya, kita berbicara secara khusus tentang mendirikan negara dan membebaskan rakyat dari tirani.

Dalam kehidupan Nabi Musa, Firaun mewakili tirani sedangkan dalam kehidupan Nabi Muhammad, para pemimpin suku Quraisy mewakili tirani dengan penganiayaan mereka terhadap budak dan orang lemah.

Baik Nabi Musa maupun Muhammad memimpin umat mereka menuju pembebasan dan berhasil mendirikan pemerintahan. Dalam kesamaan tersebut, terdapat banyak pelajaran, yang kesemuanya hanya dapat dirasakan dengan merinci kisah Musa dalam Alquran.

Kisah Sapi

Selain itu, pengalaman hidup Nabi Musa dengan umatnya begitu kaya sehingga kita dapat memberi manfaat bagi orang-orang di berbagai tingkatan. Hal Ini mengajarkan masyarakat serta individu untuk menghindari argumen dan perselisihan yang tidak berarti. Bayangkan jika Bani Israil mematuhi perintah Allah dan menyembelih seekor sapi sejak awal tanpa menanyakan lebih lanjut spesifikasinya. Akan jauh lebih mudah bagi mereka karena sapi mana pun akan cocok.

Pelajaran dalam kisah Musa tidak dapat dihitung, tetapi satu hal yang tersisa: tidak ada yang berulang. Sebaliknya, mereka semua bekerja untuk membentuk gambaran yang sempurna dan lengkap yang hanya dapat dilihat dengan membaca Alquran secara keseluruhan.

https://aboutislam.net/counseling/ask-about-islam/prophet-moses-mentioned-often-quran/

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement