Naskah Khutbah Jumat: Keutamaan Memberi Maaf

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 11 Aug 2022 23:51 WIB

Sejumlah umat muslim bersalaman usai melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri di Jatinegara, Jakarta, Rabu (5/6). Naskah Khutbah Jumat: Keutamaan Memberi Maaf Foto:

Bukanlah memaafkan namanya apabila masih ada tersisa bekas luka dalam hati.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Kapan seseorang biasanya memberi maaf? Praktik dalam kehidupan sehari-hari, biasanya seseorang memberi sesuatu jika ia diminta. Orang yang memberi barang atau uang kepada orang jika orang lain meminta.

Begitu juga kebiasaan dalam memberikan maaf, terlebih dahulu ada permohonan baru kemudian dimaafkan. Padahal, anjuran atau setidaknya kesan yang disampaikan di dalam Al-Qur’an adalah untuk tidak menanti permohonan maaf dari orang yang bersalah, melainkan hendaknya memberi maaf sebelum diminta.

Ayat-ayat yang berbicara tentang pemaafan semuanya dikemukakan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang bersalah.

وَجَزَٰٓؤُاْ سَيِّئَةٖ سَيِّئَةٞ مِّثۡلُهَاۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۚ

Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang setimpal, tetapi barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah …. (Qs. Asy-Syura: 40).

Tidak ditemukan ayat yang menganjurkan agar meminta maaf, tetapi yang ada adalah perintah untuk memberi maaf. Keutamaan orang yang bersedia memberi maaf kepada sesama manusia adalah akan segera mendapat ampunan dari Allah. Mereka yang enggan memberi maaf hakikatnya enggan memperoleh ampunan dari Allah SwT, sebagaimana firman-Nya:

ۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ

… Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada. Tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah? … (QS. An-Nur: 22).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini