Naskah Khutbah Jumat: Nilai-Nilai dan Etika Berinfak

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 28 Jul 2022 22:55 WIB

Jamaah mencoba membayar infaq dengan memindai barcode QRIS di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Rabu (5/1). Dengan adanya barcode QRIS ini untuk memudahkan jamaah membayar infaq dan sodaqoh. Hanya dengan menggunakan gawai dan memindai QRIS jamaah bisa berinfaq dan bersodaqoh di masjid. Naskah Khutbah Jumat: Nilai-Nilai dan Etika Berinfak Foto:

Mengeluarkan infak merupakan perbuatan mulia yang diperintahkan oleh Allah.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Berinfaq Secara Rahasia dan Terbuka

Pada prinsipnya mengeluarkan infaq hendaknya dilakukaan secara diam-diam dan merahasiakan dari pandangan orang lain, agar terhindar dari perasaan riya’ dan pamer yang hanya mengharapkan pujian dan sanjungan dengan sesama orang (QS. Al Baqarah; 264). Namun berinfaq secara rahasia dan diam-diam bukanlah satu-satunya cara yang harus dilakukan, karena Al Qur’an juga membolehkan berinfaq dengan cara diumumkan dan diberitakan secara terbuka kepada orang banyak dengan harapan agar masyarakat banyak ikut serta berpartisipasi dengan mengeluarkan infaq terbaiknya.

Jika kamu menampakkan sedekahmu maka hal itu perbuatan baik, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan (langsung) kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Baqarah : 271)

Bagi sebuah lembaga yang menerima pengumpulan infaq tentu dibutuhkan sikap transparansi dan terbuka dengan keharusan untuk dicatat agar secara administrasi lebih  rapi, baik dan transparan sehingga lebih mudah dipantau dan dikontrol secara terbuka, diketahui tentang keberadaan dan sirkulasi keuangan yang ada sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara baik, benar dan akuntabel.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Demikian hutbah jum’at yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan mampu mengingatkan kepada kita semua akan arti pentingnya infaq yang kita keluarkan baik untuk kepentingan diri pribadi kita maupun kepentingan orang lain bahkan yang lebih penting lagi untuk keperluan perjuangan dakwah Islamiyah yang memang memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga infaq yang kita keluarkan benar-benar bisa membawa kehidupan umat yang berkemajuan, Amin.

بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ  وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. َاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلاَءِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِي يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ اَجْمَعِيْنَ, وَارْضَى عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُوءْمِنِيْنَ وَالْمُوءْمِنَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ ِانَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ ِاذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ِانَّكَ اَنْتَ   الْوَهَّاب. رَبِّى اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا.  رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبّى اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَالسَّلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ                     

 

Link artikel asli

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id