Jumat 22 Jul 2022 01:13 WIB

Tafsir Surat Al Anbiya Ayat 37: Manusia Diciptakan Bersifat Tergesa-gesa

Allah menerangkan manusia dijadikan sebagai mahluk yang bertabiat suka tergesa-gesa.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Tafsir Surat Al Anbiya Ayat 37: Manusia Diciptakan Bersifat Tergesa-gesa
Foto: AP/Michael Probst
Tafsir Surat Al Anbiya Ayat 37: Manusia Diciptakan Bersifat Tergesa-gesa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menerangkan manusia diciptakan bersifat tergesa-gesa. Sehingga manusia suka terburu nafsu karena tidak tenang dan sabar.

Namun, agama Islam mengajarkan manusia agar bisa tenang dan sabar. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al-Anbiya Ayat 37 dan tafsirnya.

Baca Juga

خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍۗ سَاُورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ

Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak Aku akan memperlihatkan kepadamu (azab yang menjadi) tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka, janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya. (QS Al-Anbiya: 37)

 

Menurut Tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan sebagai mahluk yang bertabiat suka tergesa-gesa dan terburu nafsu. Kemudian Allah memperingatkan kaum kafir agar mereka jangan meminta disegerakannya azab yang diancamkan kepada mereka karena Allah pasti akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda dari azab-Nya itu.

Di sini dapat kita ketahui bahwa Allah melarang manusia untuk bersifat tergesa-gesa, meminta segera didatangkannya sesuatu yang belum tiba saatnya, dan pasti datangnya. Di samping itu Allah menerangkan bahwa walaupun sifat tergesa-gesa itu sudah dijadikan-Nya sebagai salah satu sifat pada manusia, namun manusia telah diberi kemampuan untuk menahan diri dan mengatasi sifat tersebut dengan cara membiasakan diri bersikap tenang, sabar, dan mawas diri.

Sifat tergesa-gesa dan terburu nafsu selalu menimbulkan akibat yang tidak baik serta merugikan diri sendiri atau orang lain, yang akhirnya akan menimbulkan rasa penyesalan yang tidak berkesudahan. Sebaliknya, sikap tenang, sabar, berhati-hati dan mawas diri dapat menyampaikan seseorang kepada apa yang ditujunya, dan mencapai sukses yang gemilang dalam hidupnya.

Itulah sebabnya Alquran selalu memuji orang-orang yang bersifat sabar, dan menjanjikan kepada mereka bahwa Allah senantiasa akan memberikan perlindungan, petunjuk, dan pertolongan kepada mereka.

Sedang orang-orang yang suka terburu-buru, lekas marah, mudah terpedaya oleh godaan iblis yang akan menjerumuskannya ke jurang kebinasaan, dan menyeleweng dari kebenaran akan mendapat kerugian.

Permintaan orang-orang kafir agar azab Allah segera didatangkan kepada mereka, dengan jelas menunjukkan ketidakpercayaan mereka terhadap adanya azab tersebut, serta keingkaran mereka bahwa Allah kuasa menimpakan azab kepada orang-orang yang zalim.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement