Kecerdikan Nabi Sulaiman di Balik Islamnya Ratu Balqis dan Segenap Negeri Saba

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

 Rabu 29 Jun 2022 09:19 WIB

Ilustrasi Ratu Balqis dan Negeri Saba. Ratu Balqis dan rakyatnya di negeri Saba berislam mengikuti dakwah Nabi Sulaiman Foto: Pixabay Ilustrasi Ratu Balqis dan Negeri Saba. Ratu Balqis dan rakyatnya di negeri Saba berislam mengikuti dakwah Nabi Sulaiman

Ratu Balqis dan rakyatnya di negeri Saba berislam mengikuti dakwah Nabi Sulaiman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran mengabadikan ungkapan ratu Saba atau ratu Balqis yang akhirnya beriman dan mengakui kebesaran Allah SWT setelah mendapati megahnya istana Nabi Sulaiman alaihissalam. Ungkapan ratu Saba itu terdapat pada surat An Naml ayat 44:

قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُمَرَّدٌ مِنْ قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Baca Juga

Dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam istana." Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman, "Sesungguhnya dia adalah istana licin terbuat dari kaca." Berkatalah Balqis, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam." (QS An Naml ayat 44).

Pakar tafsir Alquran yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bayt Alquran Pusat Studi Alquran, Ustadz Syahrullah Iskandar, menjelaskan Saba adalah sebuah tempat di daerah Yaman.

Kala itu Negeri Saba terkenal sebagai negeri yang kaya dengan potensi alamnya. Negeri itu dipimpin seorang ratu, banyak riwayat menyebutkan bahwa nama ratunya adalah Balqis atau disebut ratu Saba.  

Dia memiliki kekuasaan yang sangat luas. Ratu Saba adalah seorang wanita yang cantik, cerdas dan mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari rakyatnya. Di bawah kepemimpinannya, rakyat negeri Saba hidup sejahtera. 

Ustadz Syahrullah menjelaskan ratu Saba telah mengetahui bahwa Nabi Sulaiman bukan saja seorang raja melainkan juga sebagai utusan Allah SWT yang memiliki kekuasaan sangat luas bahkan manusia dan jin tunduk padanya. 

Setelah ratu Saba mendapatkan surat dari Nabi Sulaiman yang dibawa burung hudhud (isinya adalah seruan Nabi Sulaiman agar ratu Saba tidak sombong dan agar menjadi seorang Muslim sebagaimana dapat dilihat pada Alquran surat An Naml ayat 30-31. 

Ratu Saba pun mengadakan pertemuan dengan para penasehat dan pembesar di kerajaannya. Ratu Saba meminta pertimbangan kepada para pembesarnya berkaitan dengan sikap kerajaannya pada seruan Nabi Sulaiman (lihat surat An Naml ayat 32). 

Menurut Ustadz Syahrullah hal tersebut menunjukkan bahwa ratu Saba adalah pemimpin yang memiliki kecerdasan diplomatis dan demokratis sehingga tetap meminta pendapat orang-orang di sekitarnya sebelum mengambil keputusan.  

Baca juga: Neom Megaproyek Ambisius Arab Saudi, Dirikan Bangunan Terbesar di Dunia

 

Kemudian dalam pertemuan tersebut, terdapat pembesar atau penasehat kerajaan yang menyarankan  untuk melawan kerajaan nabi Sulaiman. Tetapi ratu Saba menyadari bahwa kerajaan Nabi Sulaiman memiliki pasukan yang jauh lebih besar dan kuat. 

Ratu Saba khawatir bila melakukan agresi ke kerajaan Nabi Sulaiman akan mengalami kekalahan. Ungkapan ketakutan ratu Saba itu juga diabadikan Alquran pada surat An Naml ayat 34.  

Akhirnya ratu Saba memilih jalur diplomasi. Ratu Saba mengirimkan utusannya ke kerajaan nabi Sulaiman. Utusan ratu Saba itu membawakan hadiah bagi Nabi Sulaiman.      

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id