Ingin Kaya dan Cicilan Lunas? Ini Doa yang Diajarkan Nabi SAW

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 12 May 2022 16:59 WIB

Berdoa dijauhkan dari utang dan kemiskinan. (Ilustrasi) Rasulullah SAW mengajarkan doa dijauhkan dari utang dan kemiskinan Foto: Republika Berdoa dijauhkan dari utang dan kemiskinan. (Ilustrasi) Rasulullah SAW mengajarkan doa dijauhkan dari utang dan kemiskinan

Rasulullah SAW mengajarkan doa dijauhkan dari utang dan kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagian Muslim mungkin masih ada yang bertanya-tanya, lebih baik menjadi miskin atau kaya? Tentu saja, Islam memerintahkan pemeluknya untuk menjadi kaya dan pastinya dengan cara-cara yang halal. 

Rasulullah SAW dalam doa yang rutin dibacanya, meminta agar dijauhi dari kemiskinan. Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, dia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengucapkan doa berikut ini sebelum tidur. 

Baca Juga

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ

Allahumma Rabbasamawati wa Rabbal ardhi wa Rabbal ‘arsyil adhimi, Rabbana wa Rabba kulli syaiin faliqal habbi wannawa wa Munzila Taurati wal Injili wal Furqani, audzubika min syarri kulli daabatin anta akhidun binashiyatiha, Allahuma Antal Awwalu fa laysa qablaka syaiun wa Antal Akhiru fa laysa ba’daka syaiun, wa Antadzhahiru fa laysa fawqaka syaiun wa antal Bathinu falaysa dunaka syaiun iqdhi ‘annaddaina wa aghnina minal faqri

"Ya Allah, Tuhan yang menguasai langit yang tujuh, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Tuhan yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Alquran). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkau-lah yang pertama, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang dzahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu, Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang menghalangi-Mu, lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan hingga terlepas dari kefakiran."

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga berdoa:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumakfini bihalalika 'an haramika wa aghnina bifadhlika amman siwaka 

Artinya, "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan barang yang halal hingga aku tidak butuh kepada yang haram dan cukupkanlah aku dengan keutamaan-Mu hingga aku tidak butuh kepada selain-Mu. (HR Turmudzi) 

Untuk menjadi orang kaya, yang diridhoi Allah SWT, maka harus meluruskan atau memurnikan niat. Karena, sebagaimana hadits Rasulullah SAW, setiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Karena itu, pastikan niat menjadi kaya adalah murni karena Allah SWT. Jauhi yang haram, raih yang halal, dan bantu orang-orang yang lemah, fakir dan miskin. 

Dalam perjalanan menjadi kaya, tentu akan datang banyak godaan yang dapat membuat seorang Muslim terjerumus dalam perbuatan dosa. Maka sangat penting untuk berdoa kepada Allah SWT agar diberikan harta yang halal dan membelanjakannya dengan cara yang halal pula.

Sumber: mawdoaat 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini