Mengapa di Surga tak Ada Orang Tua? 

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Kamis 12 May 2022 11:47 WIB

 Mengapa di Surga tak Ada Orang Tua? Foto: Ilustrasi Surga Foto: Pixabay Mengapa di Surga tak Ada Orang Tua? Foto: Ilustrasi Surga

Ada seorang tua yang menanyakan soal surga ke Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Pakar Tafsir Alquran Indonesia, Prof M Quraish Shihab menceritakan tentang kisah Nabi Muhammad Saw bersama seorang wanita tua yang meminta didoakan agar masuk surga. Namun, Rasulullah justru mengatakan kepadanya bahwa tidak orang tua di suraga kelak. 

Lalu mengapa tidak ada orang tua di surga? 

Baca Juga

Dalam buku berjudul “Yang Jenaka dari M Quraish Shihab” terbitan Lentera Hati, M Quraish Shihab mengatakan, suatu ketika ada seorang wanita tua yang datang kepada Rasulullah Saw untuk memohon agar didoakan masuk surga. 

Lalu, Nabi Muhammad Saw bersabda kepadanya,

“Di surga tak ada orang tua.” 

Wanita itu pun menangis, lalu Rasulullah sambal tersenyum melanjutkan, “Di sana taka da orang tua, karena wanita-wanita akan beralih menjadi wnita-wanita cantik dan muda belia.”

Rasulullah Saw kemudian membacakan firman Allah Swt dalam surat al-Waqiah ayat 35-37, 

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ. فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ. عُرُبًا اَتْرَابًاۙ

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya."

Wanita itu tersenyum setelah mendengarnya dan didoakan oleh Rasulullah. 

Berdasarkan tafsir tahlili Alquran Kementerian Agama, dalam ayat-ayat di atas dijelaskan lebih rinci tentang kesenangan dan kegembiraan yang dinikmati oleh para penghuni surga, bahwa mereka akan duduk di atas kasur tebal berlapis-lapis, empuk dan halus yang isinya terbuat dari sutra, di atas ranjang kencana yang bertahtakan emas dan permata, diciptakan pasangannya ialah bidadari-bidadari yang cantik jelita dan suci tak pernah haid dan hamil selama-lamanya, yang selalu dalam keadaan perawan sepanjang masa. 

Bidadari-bidadari itu cantik jelita dan lemah gemulai, berpakaian serba sutra yang halus dan sangat menarik, dengan hiasan gelang, kalung, dan anting-anting yang menambah kecantikannya yang asli, ditambah lagi dengan semerbak harum wanginya yang sangat menggiurkan.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini