Tafsir An Nahl Ayat 3: Manusia tidak Layak Menghamba Selain pada Allah

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 04 May 2022 09:56 WIB

Fenomena alam okultasi Planet Mars dengan Bulan terlihat dari Banda Aceh di Aceh, Sabtu (17/4/2021). Okultasi Planet Mars dan Bulan merupakan peristiwa astronomis di mana posisi Bumi, Bulan dan Planet Mars berada pada garis bujur ekliptika yang sama dan akan kembali hadir pada 5 Mei 2024, 30 Juni 2035 dan 25 Januari 2034 mendatang.  Tafsir An Nahl Ayat 3: Manusia tidak Layak Menghamba Selain pada Allah Foto: IRWANSYAH PUTRA/ANTARA Fenomena alam okultasi Planet Mars dengan Bulan terlihat dari Banda Aceh di Aceh, Sabtu (17/4/2021). Okultasi Planet Mars dan Bulan merupakan peristiwa astronomis di mana posisi Bumi, Bulan dan Planet Mars berada pada garis bujur ekliptika yang sama dan akan kembali hadir pada 5 Mei 2024, 30 Juni 2035 dan 25 Januari 2034 mendatang. Tafsir An Nahl Ayat 3: Manusia tidak Layak Menghamba Selain pada Allah

Allah menjelaskan langit dan bumi diciptakan oleh-Nya dengan kebenaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Surat An Nahl Ayat 3, Allah SWT menegaskan Dia Maha Tinggi dari apa yang kaum kafir persekutukan. Untuk memberikan pemahaman kepada manusia bahwa mereka tidak layak menghambakan diri selain kepada Allah, maka dalam ayat ini Allah menjelaskan langit dan bumi diciptakan oleh-Nya dengan kebenaran.

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ تَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Baca Juga

Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS An-Nahl: 3)

Tafsir Kementerian Agama menerangkan dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan Dia menciptakan benda-benda yang ada di langit dan benda-benda yang ada di bumi dengan benar. Maksudnya adalah sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya dan tidak ada yang sia-sia.

Dia menciptakan semuanya tanpa bantuan dan pertolongan siapa pun. Dia cukup menciptakan benda-benda dan hukum yang berlaku baginya, sehingga benda-benda itu berfungsi sesuai dengan hukumnya. Tidak ada zat yang lain yang berkuasa untuk mencipta, mengatur, dan mengendalikan langit, bumi dan semua isinya.

Sebagai konsekuensinya, tidak layak apabila ada orang yang menghambakan dirinya kepada tuhan-tuhan yang lain selain-Nya. Oleh karena itu, Allah menyatakan di akhir ayat ini bahwa Dia Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Penciptaan langit dan bumi dengan haq (benar) juga bisa bermakna Tuhan menciptakan bumi bukan dengan main-main. Semuanya begitu tepat untuk mulainya kehidupan di bumi ini. Bagaimana kenyamanan bumi dibandingkan dengan beberapa planet lain yang ada dalam tata surya yang sama dapat kita lihat pada uraian di bawah ini.

Dalam perbandingan yang dilakukan, terutama pada jarak antara matahari dan masing-masing planet. Tampak efek yang berbeda-beda akibat jarak matahari dengan masing-masing planet. Apa yang tertulis di atas hanya sebagian dari 'keputusan rancangan' yang dibuat Allah agar kehidupan di bumi dapat eksis dan bertahan. Namun, yang sedikit ini pun sudah cukup untuk menunjukkan keberadaan bumi bukan karena kebetulan.

Bumi juga tidak terbentuk oleh serangkaian kejadian acak. Hal tersebut dan detail lain yang tak terhingga meyakinkan kembali kebenaran yang sederhana dan murni.

Allah dan hanya Allah yang menciptakan alam semesta, bintang, planet, pegunungan, dan laut dengan sempurna, memberikan kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, dan menempatkan ciptaan-Nya di bawah kendali manusia. Allah dan hanya Allah, sumber pengampunan dan kekuasaan, kekuatan Allah bisa menciptakan sesuatu dari kehampaan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini