5 Ujian Umat Islam yang Disebutkan dalam Alquran

Red: Nashih Nashrullah

 Ahad 22 May 2022 21:05 WIB

Alquran menyebutkan lima ujian yang dihadapi umat Islam. Berdoa kepada Allah/ilustrasi() Alquran menyebutkan lima ujian yang dihadapi umat Islam. Berdoa kepada Allah/ilustrasi()

Alquran menyebutkan lima ujian yang dihadapi umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Umat Islam akan menghadapi berbagai cobaan dan ujian dalam hidupnya. Ujian demi ujian ini pada dasarnya merupakan tes kenaikan derajat di sisi Allah SWT. 

Dalam kitab Makaarim Al Akhlaq, Abu Bakr bin Laal meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR Ad Dailami).

Baca Juga

Kelima hal tersebut, sejalan dengan Alquran yang menegaskan bahwa setiap orang yang beriman (mukmin) senantiasa akan mendapat ujian dari Allah SWT. (QS Al Ankabut [29]: 2-3). Berdasarkan hadis di atas, setidaknya ada lima ujian yang dihadapi seorang mukmin. 

Pertama, mukmin yang mendengkinya. Kita mengetahui bahwa setiap orang yang mendapat kenikmatan, pasti akan ada orang lain yang tidak menyukainya (dengki). Dari sini, timbullah sikap hasud. 

Penyebab hasud itu, antara lain, karena permusuhan dan kebencian yang mengharapkan agar kenikmatan musuh menjadi hilang dan berpindah ke pihaknya. 

Hasud juga bisa muncul akibat kesombongan yang menjadi watak dirinya. Sehingga, ia senantiasa merasa khawatir bila ada orang lain yang lebih hebat dari dirinya dan meremehkannya. Cara menghadapi hal ini adalah dengan menjauhi tukang hasud yang suka menggunjing dan mengadu domba. 

Ujian bagi mukmin yang kedua adalah kaum munafik yang selalu membencinya. Sifat munafik lebih berbahaya dari kufur. Sebab, orang yang munafik itu sering menampakkan wajah keislaman (seakan-akan baik), padahal dirinya menyimpan permusuhan dalam hatinya. 

Salah satu contohnya adalah peristiwa munculnya hadits al ifki (berita dusta). Peristiwa itu merupakan contoh makar kaum munafik di Madinah terhadap keluarga Nabi SAW. (QS An Nur [24]: 11).  

Untuk melindungi diri dari kaum munafik ini, kita wajib bersandar kepada Allah dan berusaha menyingkap tipu daya dan rencana busuk mereka. Orang-orang munafik itu sangat pandai bersilat lidah dan membolak-balikkan kata-kata dengan maksud mempertahankan maksud dan tujuannya. (QS Al Munafiqun [63]: 1-11). 

Ketiga, orang kafir yang memerangi. Kaum kafir adalah pendukung kebatilan, setan dan berusaha mencelakakan orang Islam. (QS Al Anfal [8]: 36). Mereka saling tolong untuk memerangi umat Islam. (Lihat QS Adz-Dzariyat [51]: 53).  

Baca juga : Kemenag: Sisa 2.531 Kuota Jamaah Haji yang Belum Pelunasan Diisi Cadangan

Untuk menghadapi kejahatan kaum kafir, kita harus meyakini bahwa sunnatul ibtila atas mukmin adalah suatu keniscayaan. Di samping itu kita wajib membekali diri dengan tsiqah billah, husnudzdzan billah, bertawakal kepada-Nya, berdoa dan selalu mengikuti manhaj para ulama yang saleh. 

Keempat, setan yang selalu berusaha menyesatkan. (QS Fathir [35]: 6). Setiap mukmin wajib mewaspadai dan menutup rapat semua pintu masuk yang dilalui setan, seperti marah, syahwat, ketergesa-gesaan, kikir, dan takabur.

Kelima, nafsu yang selalu menentang. (QS Yusuf [12]: 53). Musuh mukmin yang paling bahaya adalah nafsu yang ada dalam dirinya. Untuk itu, kita wajib membersihkan hati dari semua akhlak tercela dan mengisinya dengan kekuatan iman dan kasih sayang. Di samping harus senantiasa berpegang teguh pada ajaran Ilahi.   

Baca juga : Presiden Minta Masyarakat Berhemat, DPD: Tunda Pembangunan IKN

sumber : Harian Republika
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id