Hukum Menyegerakan dan Menunda Sholat Zhuhur

Red: Ani Nursalikah

 Senin 25 Apr 2022 05:00 WIB

Shalat (ilustrasi): Hukum Menyegerakan dan Menunda Shalat Zhuhur. Foto: NG.net.png Shalat (ilustrasi): Hukum Menyegerakan dan Menunda Shalat Zhuhur.

Islam memberi keringanan boleh menunda pelaksanaan sholat zhuhur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Syafi'i berkata, "Hendaklah orang yang hadir (bukan musafir) menyegerakan pelaksanaan sholat zhuhur, baik dia sebagai imam maupun sebagai pelaku sholat munfarid, pada setiap kesempatan, terkecuali saat cuaca terlalu panas.

Jika cuaca terlalu panas, maka imam jamaah sholat yang datang dari jauh boleh menunda pelaksanaan sholat zhuhur sampai cuaca lebih sejuk. Dasar pendapat ini adalah hadis Rasulullah SAW, Sufyan mengabari kami, dari Zuhri, dari Sa'id bin Musayyab, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Jika panas teralu parah, maka bersejuklah kalian dalam shalat. Karena panas yang parah sebagian dari panas Jahanam. Neraka pernah mengadu kepada Rabb-nya dan berkata, 'Wahai Tuhan, sebagian dariku sudah memakan sebagian yang lain. Maka Allah mengizinkan kepada neraka dua nafas. Satu nafas di musim dingin, dan satu nafas di musim panas. Maka yang parah dari panas yang kalian temukan, itu adalah dari panasnya, dan yang parah dari dingin yang kalian temukan, itu adalah dari kuat dinginnya."

Baca Juga

Imam Syafi'i berkata, "Tidaklah boleh penundaan (takhir) sholat zhuhur itu sampai ke akhir waktunya, lalu dia melaksanakan sholat yang berikutnya secara bersamaan. Tetapi yang dimaksud dari penyejukan (ibrad) di sini adalah orang yang bersangkutan melakukan sholat zhuhur secara perlahan dan sudah selesai sebelum tiba akhir waktunya, sehingga ada jeda antara selesainya sholat orang itu dengan akhir waktu zhuhur.

Dikutip dari Al-Umm Kitab Induk Fiqih Islam 1 oleh Imam Asy-Syafi'i, adapun bagi orang yang melaksanakan sholat zhuhur di rumahnya, atau secara berjamaah di serambi rumahnya, maka hendaklah dia jangan melaksanakan sholat zhuhur kecuali langsung ketika waktunya tiba. Hendaklah dia melaksanakan sholat di awal waktunya, karena tidak ada panas siang yang akan menyakiti mereka."

Imam Syafi'i berkata, "Di musim dingin, sholat zhuhur sama sekali tidak boleh ditunda walau bagaimanapun juga. Setiap kali waktunya tiba, menjadi lebih mudah bagi orang yang melaksanakan sholat zhuhur di musim dingin (untuk melaksanakannya di awal waktu).

Seorang imam jamaah juga jangan menunda sholat zhuhur, kecuali jika ia ada di negeri yang panasnya menyakitkan seperti Hijaz. Tapi jika ia tinggal di negeri yang panasnya tidak menyakitkan, maka dia tidak boleh menunda sholatnya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id