Sumber Kajian Sirah Nabawiyah

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 21 Apr 2022 04:22 WIB

Rasulullah Foto: wikipedia Rasulullah

Beberapa Sumber Kajian Sirah Nabawiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kajian sejarah kehidupan Rasulullah (sirah nabawiyah) menjadi perhatian umat Islam sejak Nabi Muhammad wafat.

Para sahabat dan tabi'in mulai menyusun perjalanan kehidupan Nabi Muhammad untuk menjadi teladan bagi umat Islam kapan pun dan di manapun.

Kajian ini mengalami perkembangan, tak hanya berisikan kisah Rasulullah, tapi juga kini disajikan dengan berbagai pendekatan dan metodologi keilmuan. Namun, kajian ini sempat terdistorsi, karena upaya memerangi Islam, yang dilakukan oleh orientalis dan misionaris.

Uniknya, sumber kajian ini tetap sama, yaitu tiga hal yang akan dipaparkan berikut ini, sebagaimana disebutkan Said Ramadhan al- Buthi dalam Fiqhus Sirah.

Kitabullah 

Firman Allah dalam Alquran tak hanya berisikan perintah dan larangan. Di dalamnya juga ada kisah para nabi, termasuk Muhammad. Surah al- Isra ayat pertama misalkan, menceritakan tentang perjalanan Rasulullah dari al-Haram menuju al-Aqsha, kemudian berlanjut ke Sidratul Muntaha. Di sanalah Rasulullah bertemu langsung dengan Allah.

Setelah pertemuan ini, Nabi mendapatkan perintah untuk mendirikan shalat yang menjadi rukun Islam kedua. Kemudian ada juga kisah tentang Badar, peperangan yang dimenangkan umat Islam yang dipimpin Rasulullah.

Ketika itu Allah menurunkan hingga lima ribu malaikat untuk membantu pasukan Muslim.Masih banyak lagi ayat lainnya yang menjadi rujukan sirah.

Hadis 

Para sahabat, seperti Abu Hurairah, banyak meriwayatkan hadis. Berbagai sabdanya yang sahih menjadi dasar kajian sirah.

Selain menjadi pedoman berbagai adab dan hukum, hadis juga bisa disusun sebagai sirah nabawiyah. Salah satu kitab hadis yang menjadi rujukan adalah al-Muwattayang dikarang Imam Malik.

Alim satu ini dikenal sebagai guru Imam Syafi'i. Karyanya banyak menjadi rujukan ulama, karena otoritatif dan menginspirasi.

Kitab Sejarah Rasulullah 

Al-Buthi menyebutkan sumber yang ketiga adalah kitab yang menjelaskan tentang sejarah Rasulullah.Sekitar tahun 100 H, umat Islam sudah memulai pembukuan sirah nabawiyah, tapi sayangnya, buku-buku mereka menurut al-Buthi, sudah hilang.

Berikutnya, banyak pengkaji yang merujuk kepada karya generasi berikutnya, seperti Muhammad bin Ishaq (wafat 152 H), tapi sayangnya, kitab dia ber judul al-Maghazi was Siyartelah hilang.

Berikutnya adalah Muhammad bin Abdul Malik (Ibnu His yam). Semenjak itu kajian sirah semakin digiatkan. Ibnul Qayyim al-Jauziyah menulis kitab Zadul Ma'ad, dan banyak lagi ulama lain yang melakukan hal sama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id