Catatan Ibnu Taimiyah Soal Hadis Lemah

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 28 Apr 2022 22:58 WIB

Penulisan hadis (ilustrasi). Foto: Wordpress.com/a Penulisan hadis (ilustrasi).

Periwayatan hadis-hadis lemah dan menjadikannya sebagai rujukan boleh-boleh saja.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Benarkah Ibnu Taimiyah menolak hadis lemah sama sekali?

Syekh al-Yafi'i menjelaskan, Ibnu Taimiyah di berbagai kesempatan menyatakan, hadis lemah tetap bisa dijadikan sebagai rujukan berdalil sesuai dengan ketentuan dan syarat-syaratnya, seperti tidak bertentangan dengan kaidah yang lebih kuat.

(Baca Dulu: Bolehkah Merujuk Hadis Lemah?)

Pernyataan ini seperti ternukilkan dari Majmu' al-Fatawa, kumpulan fatwa-fatwa tokoh yang bergelar Syaikh al-Islam itu. Menurut dia, periwayatan hadis-hadis lemah dan menjadikannya sebagai rujukan boleh-boleh saja selama dalam nasihat berbuat baik dan meninggalkan larangan, bukan soal hukum.

Meyakini ancaman atau sanksi di balik maksiat tertentu meskipun hadis itu lemah, misalnya, memotivasi diri untuk meninggalkan suatu larangan. Sekalipun ternyata tidak valid, minimal dia selamat dari ancaman tersebut. 

(Baca Lagi: Soal Hadis Lemah, Ini Pandangan Imam Syafii)

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id