Keistimewaan di Balik Sholat Dhuha

Rep: mgrol98/ Red: Agung Sasongko

 Rabu 27 Apr 2022 23:29 WIB

Ratusan anak-anak se-Kabupaten Fakfak melakukan shalat dhuha berjamaah. Foto: republika/rahmat fajar Ratusan anak-anak se-Kabupaten Fakfak melakukan shalat dhuha berjamaah.

Sholat Dhuha memberikan kelapangan rezeki bagi yang melaksanakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah matahari naik seukuran tombak (satu meter) atau kurang lebih setelah 15 menit, sampai menjelang tergelincirnya matahari. Dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal tidak terbatas.

Dalam buku Teladan Rasulullah yang ditulis Ahmad Hatta dijelaskan, keistimewaan di balik Shalat Dhuha, yaitu:

Baca Juga

Pertama, sholat Dhuha adalah sedekah. Rasulullahh sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Rasululla? Rasulullah berkata, “Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sasuatu yang sepadan, cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Kedua, orang yang sholat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”(HR Tirmidzi)

Ketiga, sholat Dhuha adalah cadangan pahala yang akan menyempurnakan pahala amalan fardhu (wajib).

Shalat sunnah termasuk sholat Dhuha adalah salah satu dari investasi atau amal cadangan yang dapat menyempurnakan shalat fardhu.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila benar (shalatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (shalatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, maka Allah berfirman, “Perhatikanlah jikalau hamba-Ku mempunyai shalat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya, sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya. (HR Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah)

Keempat, rezeki dan kebutuhuan hidupnya dicukupi Allah. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam sebuah hadist Qudsi dai Abu Darda bahwa Allah berfirman, “Wahai Anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang hari (dhuha), maka akan Aku cukupkan bagimu sampai akhir siangnya. (HR Tirmidzi).

Kelima, pahalanya setara dengan pahala haji dan umrah. Rasulullah bersabda, “Siapa yang sholat Subuh dengan berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu sholat dua rakaat, dia mendapat pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR Tirmidzi)

Keenam, sholat Dhuah bermanfaat bagi kesehatan.

Rasulullah bersabda, “Sholat Dhuha itu sholat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak untuk bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

Oleh karena itu, untuk menjalani hari yang penuh dengan tantangan kita perlu peregangan. Caranya adalah dengan melaksanakan sholat Dhuha. Selain itu, sholat Dhuha juga mampu menghilangkan risiko stres yang timbul karena kesibukan yang kita lalui. Dengan mengerjakan sholat Dhuha kita istirahat sejenak dari segala aktivitas sehingga kita merasa rileks dan stres pun terhindarkan.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id