Ahad 19 Mar 2023 00:05 WIB

Siksa Setrika Api Neraka Bagi Pemilik Emas tidak Bayar Zakat

Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Neraka. Siksa Setrika Api Neraka Bagi Pemilik Emas tidak Bayar Zakat
Foto: Pixabay
Ilustrasi Neraka. Siksa Setrika Api Neraka Bagi Pemilik Emas tidak Bayar Zakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Shahih Muslim terdapat hadits tentang ganjaran bagi orang yang tidak bayar zakat. Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah dan menjelaskan keadaan orang yang tidak bayar zakat saat di neraka kelak.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang memiliki emas perak, tetapi tidak membayar zakatnya, maka pada hari kiamat nanti dibuatkan untuknya setrika api yang dinyalakan dalam dalam neraka jahanam, lalu disetrikakan ke perut dan punggungnya.

Baca Juga

Ketika menjadi dingin, setrika itu dipanaskan kembali lalu disetrikakan kepadanya. Begitulah berulang-ulang setiap hari selama 50 tahun, sampai perkaranya diputuskan. Setelah itu, barulah dia melihat jalan keluarnya. Kemungkinan ke surga atau ke neraka..."

Dalam hadits lain, yang diriwayatkan dari jalur Jabir bin Abdullah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Tidak seorang pun pemilik unta, pemilik sapi atau pemilik kambing yang tidak membayar haknya, kecuali nanti di hari kiamat dia dibaringkan pada suatu tanah datar, lalu diinjak-injak oleh ternak dengan kukunya dan ditanduk dengan tanduknya. Pada hari itu tidak ada hewan bertanduk yang tidak ada tanduknya, dan tidak ada pula yang patah tanduknya."

Kami (sahabat) bertanya, "Ya Rasulullah! Apa hak yang dimaksud?" Nabi SAW menjawab, "Membibitkan jantannya, menternakkan betinanya, memerahnya, membawanya ke air, dan mempergunakannya untuk Allah."

Masih dalam riwayat itu, Nabi SAW kembali bersabda, "Tidak seorang pun pemilik harta yang tidak membayar zakatnya, kecuali hartanya itu berubah menjadi ular besar berbisa, yang mengikuti pemiliknya ke mana saja dia pergi, dan dia sendiri selalu lari dari ular itu.

Hingga kemudian ada orang yang berkata kepadanya, "Inilah hartamu yang engkau kikir dengannya." Setelah menyadari tidak bisa lari dari ular itu, dia memasukkan tangannya ke mulut ular itu, lalu ular itu menggigitnya seperti hewan jantan menggigit."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement