REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Ketika Isaac Newton menemukan hukum gravitasi dan membuktikan bahwa benda-benda dapat jatuh ke bumi atau tetap berada di atasnya karena pengaruh hukum tersebut.
Newton juga membuktikan bahwa keteraturan benda-benda langit, termasuk posisi dan jarak antarbintang, tunduk pada hukum gravitasi.
Namun, Newton mengakui bahwa hukum tersebut belum mampu menjelaskan rahasia mengapa planet-planet berputar pada porosnya dan mengapa benda-benda langit bergerak dalam orbitnya.
Ia menyadari bahwa di balik keteraturan tersebut terdapat kekuasaan dan kebijaksanaan yang menyebabkan semua itu berlangsung.
Hal ini sejalan dengan apa yang telah diberitakan Alquran berabad-abad sebelumnya, pada saat manusia sama sekali belum memahami hakikat gravitasi.
Menurut Dr Muhammad Ash-Shalabi dalam Al-Mujizat al-Khali dah al-I'jaz al-'Ilmi fi Al-Quran al-Karim Barahin Sathi'ah wa Adillah Qathi'ah, hal tersebut menjadi salah satu bukti kuat bahwa Alquran bukanlah perkataan manusia, melainkan firman Allah, Pencipta alam semesta dan Zat yang mengetahui seluruh rahasianya.
Allah SWT berfirman: أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا * أَحْيَاء وَأَمْوَاتًا
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul, bagi yang hidup dan yang mati?” (QS Al-Mursalat: 25–26).