Senin 14 Sep 2026 14:10 WIB

Vibes Muslim Itu Selalu Positif di Mana dan Kapan Pun Berada: Belajar dari Kisah Nabi Yusuf

Kisah Nabi Yusuf mempunyai aspek keteladanan.

Ilustrasi Muslim.
Foto: undefined
Ilustrasi Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Sepanjang sejarah, umat Islam telah memberikan contoh ideal dalam membangun kehidupan bersama dengan berbagai unsur masyarakat. Hal itu bahkan diwujudkan ketika umat Islam menjadi minoritas di tengah masyarakat yang mayoritas non-Muslim.

Ketika hidup di negara yang tidak berlandaskan Islam, seorang Muslim tetap dituntut menjadi pribadi yang positif di mana pun ia berada dan ke mana pun ia pergi.

Baca Juga

Menurut Sekjen Persatuan Ulama Islam se-Dunia, Dr Ali Muhammad ash-Shallabi, dikutip dari laman resminya, Senin (14/9/2026), Muslim sejati yang berpegang teguh pada ajaran agamanya merupakan representasi kebenaran, teladan moral, dan pribadi konstruktif yang mencintai kebaikan bagi semua manusia.

Muslim bekerja sama dengan siapa pun dalam perkara kebajikan dan ketakwaan, membantu kaum lemah, memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, membiayai orang-orang miskin, serta tidak kikir dalam menggunakan apa yang dimilikinya untuk melayani kemanusiaan dan memberikan manfaat kepada sesama dengan cara yang diridai Allah SWT.

Seorang Muslim adalah pribadi yang gemar memberi dan dermawan melalui amal, ilmu, harta, perkataan, maupun nasihatnya.

Alquran memberikan gambaran yang sangat mengagumkan tentang sosok Muslim yang hidup di tengah masyarakat yang tidak memeluk agamanya, bahkan di bawah pemerintahan non-Muslim.

Gambaran tersebut dapat ditemukan dalam kisah Nabi Yusuf AS. Beliau adalah seorang nabi yang hidup di tengah kaum penyembah berhala dan berada di bawah pemerintahan pagan yang bahkan memenjarakannya secara zalim. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍۢ سِمَانٍۢ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌۭ وَسَبْعَ سُنۢبُلَـٰتٍ خُضْرٍۢ وَأُخَرَ يَابِسَـٰتٍۢ ۖ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَـٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ ٤٣ قَالُوٓا۟ أَضْغَـٰثُ أَحْلَـٰمٍۢ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ ٱلْأَحْلَـٰمِ بِعَـٰلِمِينَ ٤٤

وَقَالَ ٱلَّذِى نَجَا مِنْهُمَا وَٱدَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأْوِيلِهِۦ فَأَرْسِلُونِ ٤٥ يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرَٰتٍۢ سِمَانٍۢ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌۭ وَسَبْعِ سُنۢبُلَـٰتٍ خُضْرٍۢ وَأُخَرَ يَابِسَـٰتٍۢ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ ٤٦

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًۭا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّا تَأْكُلُونَ ٤٧ ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌۭ شِدَادٌۭ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّا تُحْصِنُونَ ٤٨

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌۭ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ ٤٩

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi