REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Terdapat Seekor serangga yang dijadikan Allah SWT sebagai perumpamaan dalam Alquran. Meskipun ukurannya sangat kecil, serangga ini ternyata dapat menyebabkan kematian jutaan manusia.
Bahkan, ia dikenal sebagai salah satu pembawa penyakit yang paling mematikan di dunia. Tahukah Anda serangga apakah itu? Dialah nyamuk. Dan tahukah Anda apa yang ada di balik makhluk kecil bernama nyamuk ini?
Nyamuk, atau namus sebagaimana disebut di sejumlah daerah, juga dikenal dengan sebutan baqqah. Hasan al-Bashri menggambarkan betapa lemahnya manusia di hadapan makhluk-makhluk kecil ciptaan Allah SWT.
Ia berkata, “Kasihan anak Adam. Ajalnya telah ditetapkan, harapannya tersembunyi, penyakitnya tidak terlihat. Ia berbicara dengan sepotong daging, melihat dengan sepotong lemak, dan mendengar dengan tulang.
Ia menjadi tawanan rasa laparnya dan tumbang karena kekenyangannya. Ia dapat diganggu oleh seekor serangga kecil, dibuat tidak nyaman oleh keringat, dan dapat mati karena tersedak.”
Manusia ternyata tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Ia tidak mampu mendatangkan bahaya maupun manfaat bagi dirinya, tidak mampu menentukan kematian maupun kehidupan, dan tidak pula memiliki kuasa untuk membangkitkan dirinya sendiri.
Benarlah firman Allah SWT:
يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ ضَعِيفًۭا ٢٨
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.” (QS An-Nisa’: 28)
Nyamuk merupakan salah satu makhluk yang disebut dalam Alquran. Allah SWT bahkan menjadikannya sebagai perumpamaan untuk menunjukkan bahwa kebesaran dan hikmah-Nya tidak bergantung pada besar kecilnya makhluk.