Rabu 02 Sep 2026 14:00 WIB

Kisah Sedekah untuk Pezina, Orang Kaya, dan Pencuri, Serta Hikmah Tersembunyi di Dalamnya

Sedekah akan sampai manfaatnya kepada penerima.

Ilustrasi Sedekah
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Ilustrasi Sedekah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Tidak sedikit orang yang mengurungkan niat bersedekah karena dihantui satu kekhawatiran yakni bagaimana jika bantuan yang diberikan ternyata jatuh ke tangan orang yang tidak berhak?

Kekhawatiran itu wajar. Ada yang takut uangnya dipakai untuk maksiat, ada pula yang cemas sedekahnya diberikan kepada orang yang sebenarnya mampu.

Baca Juga

Namun, sebuah hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim menghadirkan pelajaran yang menenangkan hati setiap Muslim: Allah tidak menyia-nyiakan amal yang dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال : قال رجل : لأتصدقنّ بصدقة، فخرج بصدقته فوضعها في يد سارق، فأصبحوا يتحدثون : تُصُدِّق على سارق، فقال : اللهم لك الحمد !، لأتصدقنّ بصدقة، فخرج بصدقته فوضعها في يدي زانية، فأصبحوا يتحدثون : تُصُدِّق الليلة على زانية، فقال : اللهم لك الحمد على زانية !، لأتصدقنّ بصدقة، فخرج بصدقته فوضعها في يدي غني، فأصبحوا يتحدثون : تُصُدِّق على غني، فقال : اللهم لك الحمد على سارق وعلى زانية وعلى غني !، فأُتي فقيل له : أما صدقتك على سارق، فلعله أن يستعف عن سرقته، وأما الزانية، فلعلها أن تستعف عن زناها، وأما الغني، فلعله يعتبر فينفق مما أعطاه الله

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang laki-laki berkata, ‘Sungguh, malam ini aku akan bersedekah.’ Ia pun keluar membawa sedekahnya, lalu memberikannya kepada seorang pencuri. Keesokan harinya orang-orang membicarakan, ‘Sedekah diberikan kepada seorang pencuri.’ Laki-laki itu berkata, ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku akan bersedekah lagi.’

Ia kembali keluar membawa sedekahnya, lalu memberikannya kepada seorang perempuan pezina. Keesokan harinya orang-orang membicarakan, ‘Tadi malam seseorang bersedekah kepada seorang perempuan pezina.’ Ia berkata, ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas seorang perempuan pezina. Aku akan bersedekah lagi.’

Untuk ketiga kalinya ia keluar membawa sedekahnya, lalu sedekah itu diberikan kepada seorang kaya. Keesokan harinya orang-orang kembali membicarakan, ‘Sedekah diberikan kepada orang kaya.’ Ia berkata, ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas sedekah yang diberikan kepada pencuri, perempuan pezina, dan orang kaya.’

Kemudian ia didatangi seseorang dan dikatakan kepadanya, ‘Adapun sedekahmu kepada pencuri, mudah-mudahan dengan itu ia menahan diri dari mencuri. Adapun sedekahmu kepada perempuan pezina, mudah-mudahan ia menahan diri dari perbuatan zina.

Sedangkan sedekahmu kepada orang kaya, mudah-mudahan ia mengambil pelajaran sehingga mau menginfakkan sebagian dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya.’” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi