REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran memuat banyak ayat-ayat yang menumbuhkan harapan (raja’). Dan di antaradi antara ayat yang paling besar memberi harapan adalah surat Ar-Ra’d ayat keenam.
Allah SWT berfirman:
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ ٱلْمَثُلَـٰتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍۢ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلْعِقَابِ ٦
“Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.” (QS. Ar-Ra’d: 6)
Abdullah bin Abbas RA, yang dikenal sebagai ulama besar dari kalangan Sahabat Nabi Muhammad SAW hingga dijuluki Turjaman Al-Quran (penafsir Alquran) pernah berkata sebagai berikut:
مَا فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ آيَةٌ أَرْجَى مِنْ قَوْلِهِ: ﴿ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِلنَّاسِ عَلَى ظُلْمِهِمْ ﴾
“Tidak ada satu ayat pun dalam Kitab Allah yang lebih memberi harapan daripada firman-Nya: ‘Dan sungguh Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka.’”
Semua bentuk kemaksiatan pada hakikatnya adalah kezaliman, baik yang berkaitan dengan hak-hak Allah semata maupun yang mengandung kezaliman terhadap sesama manusia.