REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Lemahnya pengaruh Alquran dalam diri banyak kaum Muslimin dewasa ini telah menjadi fenomena yang nyata.
Ia merupakan persoalan besar yang membutuhkan penjelasan mengenai penyebab sekaligus jalan keluarnya. Terpengaruh oleh Alquran bukan hanya dirasakan di dalam hati, tetapi juga tampak pada anggota badan.
Mata meneteskan air mata, hati dipenuhi kekhusyukan, kulit merinding karena takut kepada Allah, dan jiwa kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan serta rasa tunduk.
Dampak yang muncul pada diri seseorang ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam meneguhkan keistiqamahan serta mendorongnya semakin mendekat kepada Allah SWT.
Padahal, sebagaimana orang-orang beriman dapat tersentuh oleh Alquran , orang-orang kafir pun pernah merasakan pengaruhnya, terutama ketika mereka mendengarkannya dengan hati yang jujur.
Di antaranya adalah Raja Najasyi. Ketika Ja'far bin Abi Thalib membacakan Surah Maryam di hadapannya, Najasyi menangis, padahal saat itu ia masih memeluk agama Nasrani. Setelah mendengarnya, ia berkata, "Sesungguhnya Alquran ini dan ajaran yang dibawa Nabi Isa benar-benar berasal dari satu sumber cahaya yang sama."
Allah SWT juga menggambarkan keadaan sebagian kaum Nasrani ketika mendengarkan Alquran :
۞ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَـٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًۭا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ٨٢ وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّـٰهِدِينَ ٨٣
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani." Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.