REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menawarkan berbagai cara untuk mengobati kesedihan. Di antaranya adalah melalui keimanan dan amal saleh, ketakwaan dan perbaikan diri, istiqamah dan berbuat ihsan, berinfak di jalan kebaikan serta mengadukan segala kesedihan kepada Allah SWT.
Selain itu, Alquran juga mengajarkan cara mengatasi kesedihan dengan menghadapi kesedihan yang lebih besar sebagai pelajaran, melalui istirahat dan tidur, merasakan kebersamaan Allah SWT dan dukungan teman-teman saleh, membaca doa Nabi Yunus dan doa-doa lainnya, menyibukkan diri dengan menikmati alam serta menjaga ketenangan, juga dengan ridha terhadap ketetapan Allah dan berlaku adil kepada para istri.
Keberagaman metode pengobatan kesedihan dalam Alquran ini menunjukkan perhatian terhadap kondisi dan keadaan setiap orang yang sedang bersedih.
Sebab, tidak semua bentuk pengobatan dapat dilakukan oleh setiap orang, seperti berinfak yang membutuhkan kemampuan harta.
Ada pula cara yang hanya sesuai diterapkan pada situasi tertentu, seperti memilih diam. Dengan demikian, setiap orang dapat memilih jalan yang paling sesuai dengan keadaannya.
Berikut ini sejumlah ragam obat kesedihan yang disarikan dari Alquran:
Pertama, iman dan amal saleh
Ayat pertama dalam Alquran yang berbicara tentang kesedihan, yaitu dalam Surah Al-Baqarah, merangkum obat bagi kesedihan dalam satu kata, yaitu "petunjuk (huda)". Yang dimaksud petunjuk adalah wahyu Allah, berupa kitab-kitab suci dan tuntunan para nabi. Allah berfirman:
قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (QS Al-Baqarah: 38)