Kamis 25 Jun 2026 07:09 WIB

Rangkaian Hadits Seputar Keutamaan Puasa Asyura

Puasa paling utama setelah bulan Ramadhan yakni di bulan Muharram.

Petugas mengemas bubur pada tradisi Bubur Asyura di Langgar Al-Falah di kawasan Muso Salim, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (6/7/2025). Tradisi bubur Asyura yang merupakan akulturasi Islam dan budaya riparian untuk memperingati 10 Muharram dengan membagikan sekitar 3.000 porsi bubur kepada warga sekitar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan kesehatan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Petugas mengemas bubur pada tradisi Bubur Asyura di Langgar Al-Falah di kawasan Muso Salim, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (6/7/2025). Tradisi bubur Asyura yang merupakan akulturasi Islam dan budaya riparian untuk memperingati 10 Muharram dengan membagikan sekitar 3.000 porsi bubur kepada warga sekitar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan kesehatan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

REPUBLIKA.CO.ID,Bulan Muharam menjadi salah satu yang dimuliakan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah salah satunya dengan berpuasa terutama pada tanggal 10 Asyura. Berikut beberapa keutamaan tentang puasa Asyura.

1.Menghapus dosa

Baca Juga

Rasulullah SAW bersabda:

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim no 1162)

2. Mengikuti semangatnya Nabi 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dijelaskan : 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

“Tidak pernah aku melihat Nabi sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari Asyura dan bulan ini, yaitu Ramadhan.” (HR Bukhari)

Keutamaan Puasa Asyura

3.  Rasul memerintahkan sahabat untuk puasa Asyura dan tasu'a

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, karena Rasulullah SAW wafat.” (HR Muslim)

4.Puasa utama setelah puasa Ramadhan  

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ ؛ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ ؛ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa paling utama setelah Ramadhan adalan berpuasa di bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Nasai, Ibn Majah, Darimi, dan Ahmad).

 

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement