Selasa 07 Apr 2026 14:30 WIB

Doa Agar Terhindar dari Malas

Sifat malas menghalangi dari kreativitas dan produktivitas.

Berdoa. Ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Berdoa. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa malas terjadi ketika seseorang menghindar dari pekerjaan yang seharusnya bisa ia kerjakan dengan potensi dan energi yang dimilikinya. Wujudnya dapat berupa perilaku menunda-nunda (procrastination) atau berdiam diri tanpa melakukan apa-apa (idleness).

Malas adalah sebuah penyakit mental yang membawa akibat buruk bagi setiap individu dan masyarakat. Memelihara kemalasan sama saja dengan mengabaikan daya pikir dan daya gerak yang ada dalam diri sendiri.

Baca Juga

Islam mengajarkan resep untuk mengatasi rasa malas. Misalnya dengan cara berdoa dan mendirikan shalat malam (qiyam al-lail).

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Setan mengikat pada tengkuk kepala seorang dari kalian manakala ia tidur dengan tiga ikatan. Ia buat tempatnya pada setiap ikatan (dengan mengatakan), 'Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah.'

Jika orang itu bangun dan lantas berzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Jika ia (sesudah itu) berwudhu, terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian, jika ia shalat, terbukalah seluruh ikatan itu.

Orang itu pun pada pagi hari (akan bangun) dalam keadaan semangat dan baik jiwanya. Kalau tidak demikian, ia pada pagi hari (bangun) dalam keadaan jiwanya jelek lagi pemalas.”

Hadis itu menunjukkan, dengan bangun di sepertiga malam, lalu berwudhu, shalat tahajud, dan berzikir, maka lepaslah semua pengikat yang setan telah buat pada diri kita. Alhasil, pada pagi hari kita terhindar dari sifat malas.

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar kita dijauhkan dari kemalasan. Redaksi doa ini juga dimuat dalam Shahih Bukhari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement