Senin 04 Mar 2024 20:18 WIB

Ayat Alquran dan Hadits Ini Ungkap Mereka yang Meninggal Bisa Mendengar Suara Orang Hidup 

Orang yang meninggal tidak mampu menjawab suara orang hidup

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ziarah kubur Ilustrasi. Orang yang meninggal tidak mampu menjawab suara orang hidup
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ziarah kubur Ilustrasi. Orang yang meninggal tidak mampu menjawab suara orang hidup

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Ada sejumlah pandangan terkait apakah orang yang telah meninggal dunia, atau jenazah di alam kubur itu, bisa mendengar suara orang-orang yang masih hidup. Sebagian ulama berpandangan orang yang telah meninggal bisa mendengar perkataan orang yang masih hidup.

Sebagian lagi berpendapat bahwa orang meninggal tidak bisa mendengar apapun dari orang-orang yang masih hidup. Dua pendapat ini sama-sama memegang dalil.

Baca Juga

Pendapat yang menyebut bahwa orang meninggal bisa mendengar suara dari orang-orang yang masih hidup didasarkan pada beberapa dalil. Salah satunya adalah hadits berikut:

إنه ليسمع خفق نعالهم إذا انصرفوا "Sesungguhnya mayit itu mendengar suara sandal ketika mereka pergi (meninggalkan pemakaman)." (HR Bukhari dan Muslim)

 

Riwayat lain juga menyampaikan pesan bahwa orang yang telah meninggal dunia bisa mendengar suara dari orang-orang yang masih hidup. Sebagai berikut:

حديث خطاب النبي صلى الله عليه وسلم قتلى بدر من المشركين - بعد أن تركهم ثلاثة أيام - " يا أبا جهل بن هشام ، يا أمية بن خلف ، فسمع عمر رضي الله عنه ذلك فقال: يا رسول الله ! كيف يسمعوا وأنى يجيبوا ، وقد جيفوا ؟ فقال : " والذي نفسي بيده ، ما أنت بأسمع لما أقول منهم ، ولكنهم لا يقدرون أن يجيبوا "

Nabi Muhammad SAW menyerukan kepada orang-orang musyrik yang terbunuh di perang Badar, setelah beliau meninggalkan mereka selama tiga hari, "Wahai Abu Jahl bin Hisyam, wahai Umayyah bin Khalaf."

Lalu Umar radhiyallahu 'anhu mendengar hal itu dan berkata, "Wahai Rasulullah! Bagaimana mereka dapat mendengar dan bagaimana mereka dapat menjawab, bukankah mereka sudah meninggal?"

Nabi SAW bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak lebih mendengar dari mereka atas apa yang aku katakan, hanya saja mereka tidak mampu menjawab." (HR. Bukhari dan Muslim)

Aisyah RA mengingkari bahwa mayit bisa mendengar suara-suara dari orang yang masih hidup. Dasar yang digunakannya ialah firman Allah SWT:

اِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاۤءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ

"Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang." (QS An Naml ayat 80). Juga dalam ayat lain, yaitu:

وَمَا يَسْتَوِى الْاَحْيَاۤءُ وَلَا الْاَمْوَاتُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُسْمِعُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَمَآ اَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَّنْ فِى الْقُبُوْرِ

"Dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." (QS Fatir ayat 22)

Ibnu Taimiyah menjelaskan, beberapa nash tersebut memang menyiratkan bahwa orang meninggal mendengar suara-suara dari orang yang masih hidup. Namun, mendengarkan di sini bukan berarti terus-menerus, karena bisa saja mendengar dalam situasi tertentu. Ini adalah pendengaran yang sadar dan tidak berimbas pada balasan untuk mereka.

Adapun ayat 80 Surat An Naml bukan berarti menafikan pendengaran orang meninggal terhadap orang-orang hidup. Karena yang dimaksud pada ayat tersebut yaitu mendengar penerimaan dan kepatuhan.

Sumber: islamweb 

photo
Infografis Ganjaran Besar Orang Berwasiat Sebelum Meninggal. Ilustrasi kebaikan - (Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement