Ahad 11 Feb 2024 23:30 WIB

Empat Hadits Nabi Jelaskan Keistimewaan Sholat Tahajud

Sholat Tahajud dikatakan istimewa karena waktu mengerjakannya penuh tantangan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Sholat Tahajud
Foto: Republika.co.id
Sholat Tahajud

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sholat tahajud merupakan ibadanya orang-orang shaleh, yang menjadikan Allah sebagai muara dari segala amal perbuatannya. Karena ketakwaannya juga, mereka selalu bersedia bungun malam untuk melaksanakan sholat tahajud dan mengusir nafsu tidurnya.

Berikut ini beberapa hadits Rasulullah saw yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan sholat tahajud.

Baca Juga

Keutamaan Sholat Tahajud

1 Sholat tahajud adalah ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah swt

"Hendaklah kalian mengerjakan sholat malam, karena itu merupakan kebiasaan orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)

 

Semua ibadah tentu akan mendekatkan kita pada Allah. Tapi, sholat Tahajud yang sangat dianjurkan pada sepertiga malam yang terakhir, atau sebelum Subuh karena pada waktu-waktu ini  memang istimewa. Mengapa demikian?

Rasulullah bersabda, "Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam, yaitu pada sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku berikan, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni."

Sehingga ketika sholat Tahajud yang kita kerjakan pada sepertiga malam yang terakhir bertepatan waktunya dengan turunnya Allah ke langit dunia. Tentu kita tak perlu membayangkan bagaimana turunnya Allah itu. Yang pasti, itu menunjukkan bahwa waktu tersebut istimewa. Ibadah istimewa yang dikerjakan pada waktu yang istimewa pasti memberikan manfaat yang juga istimewa.

Keutamaan kedua...

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement