Ahad 03 Dec 2023 11:46 WIB

Apakah Alquran Menyebut Kata Semangka?

Semangka menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Relawan membagikan buah semangka saat Aksi Damai Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di kawasan Sarinah, Jakarta, Ahad (5/11/2023). Buah semangka tersebut dibagikan kepada peserta aksi dan warga yang berolahraga saat car free day sebagai simbol dukungan untuk masyarakat Palestina.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Relawan membagikan buah semangka saat Aksi Damai Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di kawasan Sarinah, Jakarta, Ahad (5/11/2023). Buah semangka tersebut dibagikan kepada peserta aksi dan warga yang berolahraga saat car free day sebagai simbol dukungan untuk masyarakat Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM --Rakyat Palestina menjadikan semangka sebagai salah satu simbol perlawanan terhadap zionis Israel. Bahkan, buah ini banyak diunggah di media sosial sejak perang Israel-Hamas berkecamuk di Gaza.

Penggunaan semangka sebagai simbol Palestina bukanlah hal baru. Simbol buah ini pertama kali muncul setelah Perang Enam Hari pada 1967, ketika Israel menguasai Tepi Barat dan Gaza, serta mencaplok Yerusalem Timur.  Pada saat itu, pemerintah Israel menjadikan pengibaran bendera Palestina di depan umum sebagai pelanggaran pidana di Gaza dan Tepi Barat. 

Baca Juga

Untuk menghindari larangan tersebut, warga Palestina mulai menggunakan semangka sebagai simbol bendera mereka. Warna buah semangka dianggap mewakili warna bendera Palestina. Ketika dibelah, semangka memiliki warna merah, hitam, putih, dan hijau seperti bendera nasional Palestina

Lalu apakah semangka juga disebutkan dalam Alquran? 

 

Memang dalam tafsir-tafsir klasik tidak disebutkan secara implisit kata battikh atau bitikh (بِطِّيْخ) yang berarti semangka. Tetapi pakar pangan asal Yordania, Dr Jamil al Qudsi ad-Duwaik berpendapat lain. Menurut dia, semangka disebutkan secara tidak langsung dalam Alquran dengan kata qitsa (قِثَّاء).

"Kami meyakini bahwa semangka disebutkan dalam Alquran Al Karim dengan nama al qitsa sebagaimana dalam firman Allah SWT," kata Dr. Jamil Al Qudsi menjelaskan.

Dr Jamil menjelaskan kata qitsa terdapat dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 61.

مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ 

Artinya:  …yaitu dari sayur-mayurnya, dan mentimunnya, dan bawang putihnya, dan kacang adasnya, dan bawang merahnya"... (penggalan ayat 61 surat Al Baqarah ). 

Menurut Dr. Jamil qitsa secara bahasa yaitu jenis sayur mayur yang menyerupai mentimun, seperti zukini atau labu kecil. Namun, menurut dia, setelah mencermati Alquran bahwa makna qitsa itu lebih luas lagi. Ia menjelaskan termasuk di dalamnya yang disebut qitsa adalah battikh atau semangka. 

"Kami melihat bahwa maknanya lebih luas dari itu karena kalimat qitsa dalam bahasa itu yakni setiap makanan yang mengeluarkan suara apabila dimakan dan termasuk itu adalah semangka merah," jelasnya. 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement