Sabtu 18 Nov 2023 05:30 WIB

Tafsir Prof Quraish Shihab tentang Pengkhianatan Besar Kaum Yahudi yang Diabadikan Alquran

Alquran mengabadikan penghinatan besar kaum Yahudi.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
 Alquran mengabadikan penghinatan besar kaum Yahudi. Foto:  Yahudi Israel (ilustrasi)
Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Alquran mengabadikan penghinatan besar kaum Yahudi. Foto: Yahudi Israel (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Beberapa ayat dalam Alquran menjelaskan kisah tentang Bani Israil. Salah satu ayat adalah ayat 12 Surat Al Maidah, yang menunjukkan bahwa Allah SWT telah mengadakan perjanjian dengan Bani Israil.

"Demi sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu,..." (QS. Al Maidah ayat 12)

Baca Juga

"(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka..." (QS. Al Maidah ayat 13)

Prof Dr Quraish Shihab, dalam Tafsir Al Mishbah, menjelaskan, ayat 12 tersebut dimulai dengan menguraikan kelompok pertama dari Ahlul Kitab yaitu orang-orang Yahudi. Pada kalimat pertama ayat tersebut, tergambarkan betapa kuatnya perjanjian yang diambil dari mereka.

Allah SWT telah memerintahkan Nabi Musa AS untuk memilih 12 orang pemimpin di antara orang-orang Yahudi. Jumlah tersebut sebanyak kelompok-kelompok keturunan Bani Israil.

Prof Quraish memaparkan, para pemimpin yang 12 orang itu bertugas membimbing atau mengamati keadaan kelompok pembangkang dan musuh-musuh yang menghuni Baitul Maqdis saat itu. Kepada Bani Israil, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Aku beserta kamu." Ini berarti, Allah SWT membela dan mencukupi semua kebutuhan mereka, apabila memenuhi perjanjian mereka dengan Allah.

Pada ayat selanjutnya, disebutkan bahwa orang-orang Yahudi itu telah melanggar perjanjian tersebut. Mereka mengingkari dan bahkan membunuh rasul-rasul. Sehingga Allah SWT mengutuk mereka, menjauhkan mereka dari rahmat Allah dan tidak ada pengaruhnya nasihat dan ajakan kebaikan kepada mereka. Sebab hati mereka sudah keras membatu.

Kebejatan mereka, sebagaimana disebutkan Quraish, yaitu terus-menerus mengubah perkataan-perkataan Allah dan sengaja meninggalkan firman-firman Allah, yakni kitab Taurat. "Sebenarnya telah mendarah daging kebejatan pada diri mereka," jelas Quraish.

Karena itu pula, Allah memberitahukan kepada Nabi Muhammad bahwa beliau SAW akan mengetahui, baik dengan melihat maupun mendengar secara langsung atau tidak, pengkhianatan besar yang dilakukan orang-orang Yahudi kepada diri Nabi Muhammad SAW dan ajaran yang dibawa oleh beliau SAW.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement