Rabu 20 Sep 2023 16:30 WIB

Apa Permintaan Terbaik Saat Berdoa kepada Allah SWT?

Umat Islam diperintahkan untuk berdoa hanya kepada Allah SWT.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Apa Permintaan Terbaik saat Berdoa kepada Allah SWT?. Foto: Berdoa (Ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan
Apa Permintaan Terbaik saat Berdoa kepada Allah SWT?. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Islam diperintahkan untuk berdoa hanya kepada Allah SWT. Banyak umat Islam yang berdoa kepada Allah SWT agar diampuni dosanya, diberi keselamatan di dunia dan akhirat, diberi kesehatan, rezeki yang banyak dan berkah, dan lain sebagainya.

Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Athaillah As-Sakandari yang dikenal sebagai Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Al-Hikam menjelaskan doa yang terbaik untuk dipanjatkan kepada Allah SWT. Menurut dia, doa yang terbaik adalah berdoa agar diri ini mampu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT.

Baca Juga

"Sebaik-baik permohonan yang kamu panjatkan kepada Allah adalah apa yang dituntut Allah untuk kamu lakukan" (Syekh Athaillah, Al-Hikam).

Ustaz Bahreisy menjelaskan maksud Syekh Athaillah. Ia menerangkan bahwa doa terbaik yang dipanjatkan kepada Allah adalah meminta diri ini tetap beriman, patuh atau taat pada semua perintah Allah dan larangan Allah, serta istiqomah dalam mengabdikan diri kepada Allah.

Itulah doa terbaik yang harus dipanjatkan kepada Allah. Demi kebaikan diri ini di dunia dan akhirat. Sebab jika doa ini dikabulkan Allah, maka akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara bandingannya. 

Menurut Ustaz Bahreisy doa yang baik seperti ini, "Ya Allah aku mohon kepada-Mu, ridho-Mu dan surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka."

Syekh Athaillah juga menyampaikan tanda-tanda Allah SWT telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada seorang hamba. Salah satu tandanya merasa puas saat taat melakukan ibadah kepada Allah dan merasa cukup atau kaya dengan bersandar hanya kepada Allah SWT.

"Apabila Allah telah memberi rezeki kepada kamu berupa perasaan puas melakukan taat ibadah kepada Allah, dan merasa cukup kaya dengan Allah dalam hati kamu sehingga benar-benar tidak ada sandaran bagi kamu kecuali Allah. Maka ketahuilah bahwa Allah telah melimpahkan kepada kamu nikmat lahir dan batin" (Syekh Athaillah, Al-Hikam).

Terjemah Al-Hikam karya Ustaz Bahreisy menambahkan penjelasan Syekh Athaillah. Ia mengatakan, seorang hamba dituntut dua macam, yaitu menuruti perintah Allah dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah. Serta bersandar atau hanya berharap kepada Allah dalam batinnya. Menurutnya, siapa pun yang diberi rezeki seperti itu oleh Allah, berarti telah menerima karunia dan nikmat dari Allah yang lengkap untuk lahir dan batinnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement