Ahad 17 Sep 2023 13:05 WIB

8 Fakta Terkait Pemujaan Berhala di Seputar Kabah yang Diabadikan Alquran 

Alquran mengabadikan perbuatan syirik memuja berhala di Kabah

Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Alquran mengabadikaan perbuatan syirik memuja berhala di Kabah
Foto:

4. Adapun Manah, menurut Syauqi Abu Khalil dalam bukunya Atlas Alquran, adalah berhala bangsa Arab yang paling tua. Hal yang sama juga diungkapkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Berhala Al-Manah ini terletak di al-Musyallal yang terletak di Qudaid, sebuah tempat antara Makkah dan Madinah. Patung ini sangat diagungkan oleh kaum Khuza'ah, Aus, dan Khazraj pada masa Jahiliyah dan mereka mengucapkan talbiyah dari sana ketika hendak berhaji menuju Ka'bah.

5. Patung-patung itu dibuat dalam bentuk seorang laki-laki dan yang lainnya dibuat perempuan. Karena itu, Allah menyindir mereka dengan perkataan, ''Apakah patut untuk kamu anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan? Apakah kamu menisbatkan seorang putra untuk-Nya, sedangkan putra itu seorang perempuan. Padahal, kalian memilih untuk diri kalian anak-anak laki-laki.'' Demikian pendapat Ibnu Katsir.

6. Karena itulah, Rasul SAW mengutus para sahabatnya untuk menghancurkan berhala-berhala itu agar tidak menjadikan mereka semakin syirik, sebagaimana Ibrahim menghancurkan berhala-berhala milik Raja Namrudz yang dibuat oleh ayahnya, Azar.

Di antara sahabat yang diutus itu adalah Mughirah bin Syu'bah dan Abu Sufyan bin Harb agar mendatangi patung Al-Lata. Kemudian, mereka pun menghancurkannya dan mendirikan sebuah masjid di Thaif pada tempat yang sebelumnya dipakai patung.

Rasulullah juga mengutus Khalid bin Walid agar mendatangi berhala Al-Uzza dan menghancurkannya. Abu Sufyan ditugaskan lagi untuk menghancurkan Al-Manah yang terletak di pinggir al-Musyallal, di daerah Qadid (Qudaid).

Baca juga: 10 Fakta Adam dan Keluarganya Setelah Berada di Bumi yang Juga Disebutkan dalam Alquran

7. Menurut Syauqi, sesembahan yang ada di Makkah pertama kali dilakukan oleh Amr bin Luhay al-Azadi. Orang-orang musyrik itu membawa batu-batu dan ditancapkan di sekitar Ka'bah, lalu dijadikan sesembahan. Di dekat batu-batu itu, dilakukan penyembelihan hewan atas nama selain Allah. Amr membawa berhala-berhala itu dari Syam.

 

8. Dahulunya, di sekitar Ka'bah, terdapat ratusan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan. Begitu juga dengan di Bukit Shafa dan Marwah yang terdapat berhala-berhala. Karena itulah, Allah SWT menyindir perbuatan mereka itu sebagai perbuatan yang melampaui batas dan mengikuti hawa nafsu dan bujukan setan.  

sumber : Harian Republika

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement