Kamis 24 Aug 2023 16:02 WIB

Lengkapi Kesucian Muslim, Ini Lima Sunnah Fitrah Manusia 

Muslim hendaknya senantiasa menjaga kebersihan dirinya.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
Foto: smileyandwest.ning.com
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Muslim hendaknya senantiasa menjaga kebersihan dirinya. Apabila dalam keadaan hadats kecil dan besar, hendaknya dia segera menyucikan dirinya. Selain itu, ada lima Sunnah-sunnah yang menjadi fitrah manusia. 

Seperti dikutip dari Fiqh Thaharah berdasarkan Alquran dan Sunnah, Untuk melengkapi kesucian seorang muslim, Islam mengajarkan beberapa perbuatan yang menjadi ajaran Islam sejak sebelum masa Rasulullah ﷺ. Hal tersebut dikenal dalam ajaran Islam dengan : Sunnah-Sunnah Fithrah, yaitu ajaran-ajaran yang sesuai dengan tabi'at manusia : 

Baca Juga

Rasulullah ﷺ bersabda : 

 خَمْسٌ من الفِطرة : الخِتَان، والاسْتِحدَاد، وقَصُّ الشَّارِب، وقلمُ الأَظفَارِ، ونَتْفُ الاباط

 

“Lima hal yang menjadi ajaran fitroh, Khitan, mencukur bulu kemaluan (istihdad), mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak" (Muttafaq alaih)

1. Mencukur bulu kemaluan (Istihdad). Hal ini berfungsi menghilangkan kotoran yang terdapat di dalamnya. Islam membatasi hal tersebut agar tidak melampaui 40 hari. 

2. Khitan (sunat). Khitan bagi anak laki-laki dapat membersihkan kemaluannya dari najis dan kotoran. Hal tersebut tidak dapat terwujud jika tidak disunat. Karena itu pendapat yang lebih kuat tentang hukum khitan bagi laki-laki adalah wajib. Adapun khitan bagi wanita hukumnya sunnah. (Fatawa Arkanul Islam)

Khitan lebih utama dilakukan pada saat usia anak masih kecil agar lebih cepat sembuh dan mudah pelaksanaannya. 

3. Memotong atau mencukur kumis 

4. Memotong kuku. Hal ini dapat menghilangkan kotoran-kotoran yang terdapat di bawah kuku. 

5. Mencabut atau mencukur bulu ketiak. 

Dalam masalah mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak, hendaknya tidak melebihi masa 40 hari. 

Anas radhiyallahu anhu berkata : “(Rasulullah ﷺ) telah menetapkan kepada kami dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencabut dan mencukur bulu kemaluan agar tidak lebih dari empat puluh hari". (Riwayat Muslim) 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement