Kamis 06 Apr 2023 08:31 WIB

DPRD DKI Jakarta Soroti Pelayanan Transjakarta yang Dinilai Menurun

Menurunnya pelayanan Transjakarta berdasarkan keluhan dari warga Jakarta.

Rep: Eva Rianti/ Red: Nora Azizah
Bus Transjakarta mengangkut penumpang di Halte Harmoni sementara, Jakarta.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bus Transjakarta mengangkut penumpang di Halte Harmoni sementara, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap sejumlah BUMD DKI Jakarta. Salah satu yang paling disoroti adalah pelayanan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang dinilai mengalami penurunan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli menuturkan, dirinya mendapatkan sejumlah keluhan dari warga Jakarta pengguna transportasi publik tersebut. Keluhan yang dilayangkan seperti suasana berdesakan dalam bus dan waktu tunggu yang tidak lagi konsisten dan tepat waktu. Hal itu sejalan dengan adanya kenaikan jumlah penumpang.

Baca Juga

"Saya bertemu beberapa mahasiswa, mereka mengeluhkan itu, mereka bilang sekarang naik busway susah. Harusnya kenaikan realisasi target penumpang diikuti dengan perbaikan pelayanan yang akan diberikan," kata Taufik dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/4/2023).

Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat, jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta pada 2022 sekitar 3,62 juta orang per hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari target pada tahun tersebut di angka sekitar 1,14 juta orang per hari.

"Di satu sisi memang kelihatan berhasil, lebih banyak dari target. Tapi di sisi lain saya melihat ada penurunan kualitas pelayanan pada transportasi publik karena waktu tunggu jauh lebih lama, kemudian berdesak-desakan," jelas Politisi PKS tersebut.

Kritikan yang senada disampaikan oleh anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Politisi PDIP tersebut mengatakan, pelayanan Transjakarta banyak disorot oleh pengguna karena kualitas pelayanannya dinilai menurun.

"Terlepas dari capaian-capaian Dishub, layanan Transjakarta sebagai operasionalnya Dishub di bidang angkutan di luar dari pengendalian kemacetan, terminal, customer kita ini mengatakan Transjakarta kita bukan makin baik. Frekuensi kedatangan, headway, atau bahkan hari-hari tertentu tidak ada bus Transjakarta," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengakui adanya lonjakan jumlah penumpang Transjakarta pada 2022. Dia menyebut pihaknya berpatokan pada target penumpang mencapai 1 juta orang per hari.

"Akibatnya memang layanannya itu pasti menumpuk penumpangnya," tutur Syafrin.

Syafrin mengonfirmasi mengenai meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik. Menurut penuturannya, peningkatan jumlah penumpang pada 2022 terjadi karena adanya perkembangan terbaru Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 12 Tahun 2019 mengenai masuknya ojek online (ojol) sebagai transportasi umum.

"Yang terbesar itu angkutan ojol sekitar 1 juta penumpang pada tahun 2022, ini berdasarkan data dari aplikator. Kemudian untuk KRL menempati urutan kedua mencapai 781 ribu orang penumpang, kemudian Transjakarta 747 ribu dan MRT 115 ribu penumpang, dan juga angkutan roda empat sekitar 500-an ribu penumpang, artinya jumlah keseluruhan 3,62 juta orang," terangnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement