Kamis 06 Apr 2023 05:28 WIB

Keutamaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Subuh

Dianjurkan membaca dzikir dan doa setelah sholat subuh.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
 Keutamaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Subuh. Foto:  Kuliah Subuh /ilustrasi
Foto: IST
Keutamaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Subuh. Foto: Kuliah Subuh /ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Telah diriwayatkan dalam sejumlah hadits nabi bahwa dari keutamaan berdoa atau berdzikir setelah sholat Subuh adalah dengan mengulang-ulang doa sayyidul istighfar. 

Keutamaannya adalah menghapus dosa-dosa dan kesalahan, menghilangkan kecemasan dan menyingkap kesedihan, menolak malapetaka, mendatangkan rezeki yang penuh berkah, kelapangan dada dan kebahagiaan jiwa, turunnya kebaikan-kebaikan dan hujan, diberikan keturunan dsn anak-anak dengan izin Allah, menunjukkan kepatuhan pada Allah karena sesungguhnya orang tersebut selalu membutuhkan Allah.  

Baca Juga

Doa setelah sholat subuh itu terkumpul dengan membaca doa sayyidul istighfar. Semua yang disebutkan sebelumnya adalah keutamaan berdzikir sayyidul istighfar sesudah sholat subuh karena di dalamnya itu terdapat pujian kepada Allah SWT, dan mentauhidkan Allah, pengakuan akam ketuhanan dan keilahian Allah, penolakan terhadap penyekutuan terhadap Allah, mengakui dan pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya, mengakui Allah itu pencipta dan pengatur seluruh alam, kepasrahan terhadap Allah,syukur kepada Allah dan pengakuan atas dosa-dosa dan mencari ampunan Allah. Berikut ini doa sayyidul istighfar: 

اللهمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ 

 

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Sumber:

 elbalad

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement