Ahad 02 Apr 2023 21:20 WIB

Dzikir dan Wirid yang Dibaca Sesudah Sholat Lima Waktu, Arab dan Terjemahnya

Rasulullah SAW menganjurkan dzikir dan wirid setelah sholat lima waktu

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Jamaah beraktivitas usai melaksanakan sholat  di dalam Masjid (ilustrasi). Rasulullah SAW menganjurkan dzikir dan wirid setelah sholat lima waktu
Foto: Prayogi/Republika
Jamaah beraktivitas usai melaksanakan sholat di dalam Masjid (ilustrasi). Rasulullah SAW menganjurkan dzikir dan wirid setelah sholat lima waktu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat Islam diwajibkan melaksanakan sholat lima waktu atau sholat fardu. Salah satu manfaat sholat adalah menjauhkan diri dari perbuatan munkar dan keji.

Menyembah, bersujud dan berdoa hanya kepada Allah SWT saat sholat sudah termasuk perbuatan tidak munkar kepada perintah Allah SWT. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan doa-doa yang bisa dibaca setelah selesai sholat lima waktu atau sholat fardu. 

Baca Juga

Setelah mengucapkan salam usai sholat, membaca istigfar sebanyak tiga kali. Kemudian membaca doa sebagai berikut ini: 

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ 

Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzaljalaali wal ikram

“Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim)

Kemudian membaca: 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

“Tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.” (HR Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i)

Kemudian membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, dan tahlil 1 kali. Jika waktu tidak memungkinkan bisa diringkas menjadi tasbih 10 kali, tahmid 10 kali, dan takbir 10 kali.

Baca juga: Ottoman Bantu Irlandia Negeri Non-Muslim yang Dilanda Kelaparan dan Begini Balas Budinya

Tasbih, yakni ucapan سبحان الله (subhaanallah) 33 kali

Tahmid, yakni ucapan الحمد لله (alhamdulillaah) 33 kali

Takbir, yakni ucapan الله أكبر (Allahu akbar) 33 kali

Selanjutnya membaca tahlil satu kali.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa illaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” Kemudian membaca ayat kursi, Surat Al-Ikhlash, Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Rasulullah SAW bersabda: 

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ 

"Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan sholat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu). Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata: 

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ 

"Rasulullah SAW memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan sholat.” (Sahih HR Abu Dawud, Shahih Sunan Abu Dawud)  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement