Jumat 24 Mar 2023 21:15 WIB

Pemprov Jatim Dorong Pesantren Tingkatkan Daya Saing Ekonomi

Shopee Barokah hadir untuk membantu para santri naik kelas.

Santri membuat peci atau songkok dari pelepah pisang di Pondok Pesantren Roudlotul Falah, Kasreman, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (23/3/2023). Peci dari pelepah pisang tersebut dijual ke berbagai daerah melalui jejaring sosial dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per buah.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Santri membuat peci atau songkok dari pelepah pisang di Pondok Pesantren Roudlotul Falah, Kasreman, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (23/3/2023). Peci dari pelepah pisang tersebut dijual ke berbagai daerah melalui jejaring sosial dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per buah.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong ekosistem pesantren khususnya yang ada di wilayah tersebut untuk mampu meningkatkan daya saing yang pada akhirnya bisa memberikan kemandirian ekonomi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (24/3/2023) mengatakan bahwa pihaknya menginginkan ekosistem dan ekonomi pesantren bisa menjadi sebuah kekuatan yang mandiri untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah.

Baca Juga

"Kita ingin ekosistem pesantren dan ekonomi pesantren ini akan jadi satu kekuatan kemandirian, termasuk untuk pesantren itu sendiri, kemudian untuk para santri, termasuk para alumni pesantren," kata Khofifah.

Dalam kesempatan itu, salah satu platform belanja online Shopee menggelar Kompetisi Bisnis Digital Santripreneur "Dari Pesantren untuk Pesantren". Kompetisi tersebut, merupakan rangkaian program pelatihan bagi 1.000 santri di berbagai daerah.

Program tersebut, memperkenalkan kurang lebih sebanyak 1.500 produk santri yang ditempatkan dalam kanal khusus "Produk Santri" pada platform Shopee Barokah. Produk buatan para santri tersebut, membuka akses pasar hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Khofifah menambahkan, pihaknya menyambut baik komitmen Shopee Barokah yang turut mengembangkan daya saing para santri khususnya di Jawa Timur. Program itu, dinilai juga mendukung perkembangan ekonomi daerah berbasis pesantren.

"Jika ini sudah kita bangun dengan managerial skill yang didukung oleh Shopee, maka proses digitalisasi dari sistem ekonomi berbasis pesantren akan bertemu dengan ekosistemnya," katanya.

Ia menilai, Program Shopee Barokah tersebut juga sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam mengembangkan perekonomian daerah berbasis pesantren yang sekaligus menuju Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia dalam ekosistem bisnis digital.

Dalam kesempatan itu, Direktur Shopee Barokah Bukhori Muslim memberikan apresiasi kepada para santri di Jawa Timur yang mengikuti pelatihan dan kompetisi tersebut. Shopee Barokah berkomitmen untuk menaikkan kelas para santri dalam platform digital tersebut.

"Shopee Barokah hadir untuk membantu para santri naik kelas bersama platform digital kami agar mereka dapat mandiri dan terus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar mereka," ujarnya.

Dalam program tersebut, sejumlah pemenang yang berasal dari pondok pesantren yang ada di wilayah Jawa Timur mendapatkan hadiah modal usaha serta paket umroh. Para pemenang tersebut berasal dari berbagai wilayah seperti Lamongan, Nganjuk, Jombang dan Tuban.

Pemenang kedua pada program tersebut adalah Yesi Nurul Hotimah, yang merupakan santri pemilik toko ZOSE asal Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan produk ramuan herbal untuk kesehatan.

Produk ramuan herbal untuk kesehatan itu bernama Akatte yang diracik dengan pola budidaya sehat dan organik serta higienis dari hasil perkebunan di pesantren. Pada awalnya, produk tersebut dijual kepada para alumni santri di lingkungan pesantren.

"Kemudian mulai merambah ke penjualan online setelah mengikuti program Shopee Barokah, yang mampu meningkatkan penjualan produk kami," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement